Pacuan Tradisional Papua Selatan Kini Bertransformasi Menjadi Pacuan Modern

Merauke – Tradisi pacuan kuda di Papua Selatan kini memasuki babak baru. Olahraga rakyat yang selama ini digelar sederhana di tanah lapang kini bertransformasi menjadi pacuan modern dengan konsep sport tourism yang memadukan antara olahraga dan pariwisata daerah.


Persatuan Olahraga Berkuda Indonesia (PORDASI) Papua Selatan setelah menerima Surat Keputusan (SK) kepengurusan, langsung bergerak cepat. Ketua Umum PORDASI Papua Selatan, Tirta Yanuar, menyampaikan pihaknya telah menggandeng sejumlah sponsor besar untuk mempersiapkan event pacuan kuda tingkat provinsi tahun 2025.

Menurutnya, pacuan kuda tidak lagi sekadar tradisi, melainkan bagian dari ekosistem ekonomi daerah. “Berkuda tradisional saat ini bukan saja menjadi olahraga budaya, tetapi juga penggerak sektor ekonomi melalui pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif. Masyarakat datang bukan hanya menonton, tapi juga bertransaksi dan menikmati wisata lokal,” ujar Tirta, Selasa (14/10/2025).

Ia menambahkan, kegiatan pacuan kuda selalu melibatkan ribuan penonton dan puluhan pelaku UMKM. “Setiap event minimal ada 20 lapak UMKM yang buka, dan jumlah penonton bisa mencapai 1.000 orang dalam sehari. Ini bukti nyata bahwa pacuan kuda memberi dampak langsung terhadap ekonomi masyarakat,” lanjutnya.

Melihat potensi itu, Tirta Yanuar Putra mulai menjalin kemitraan dengan berbagai merek nasional seperti Kapal Api, Oronamin, Indofood, Mitsubishi, dan Daihatsu. Ia juga membuka peluang kerja sama dengan perusahaan BUMN, BUMD, dan swasta lainnya menjelang peringatan HUT Provinsi Papua Selatan. “Kita ingin memajukan olahraga berkuda di Papua Selatan. Dasar menjadi joki itu nyali, dan anak-anak kita di sini punya itu. Tinggal bagaimana kita membangun sistem dan dukungan industrinya,” ujarnya optimistis.

Sementara itu, perwakilan sponsor menyambut baik kerja sama ini. Mereka menilai konsep yang ditawarkan PORDASI Papua Selatan sangat menjanjikan. “Kami berterima kasih telah diajak menjadi mitra. Antusiasme masyarakat terhadap pacuan kuda luar biasa. Kami bahkan khawatir stok produk kami tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pengunjung selama acara berlangsung,” kata salah satu perwakilan sponsor.

Kolaborasi antara PORDASI dan sponsor diharapkan mampu melahirkan event pacuan kuda yang digelar secara reguler setiap bulan. Tujuannya tidak hanya meningkatkan daya tarik wisata dan perputaran ekonomi, tetapi juga membuka ruang positif bagi anak-anak joki yang masih duduk di bangku sekolah dasar agar terus berprestasi dalam dunia berkuda.