Masyarakat Merauke dihebohkan dengan kasus persetubuhan terhadap anak yang dilakukan oleh seorang pria bernama KNT (36) yang secara sadis menyetubuhi seorang Balita berumur 4 Tahun, dan kemudian dengan tanpa rasa bersalah dan sambil membela diri pelaku berdalih jika hal tersebut dilakukannya secara tidak sengaja karena mengira bahwa balita tersebut adalah istrinya, sehingga ia menyetubuhinya.
- Dihadiahi Timah Panas, Polisi Bekuk Dua Pelaku Pembunuhan di Jembatan Temiri Koya Koso
- Kurang Dari Sebulan Kasus Curas Mengakibatkan Korban Jiwa di Buper Waena Berhasil Diungkap
- Satu Jam Melakukan Razia, Puluhan Pelanggar Terjaring Sat Lantas Polres Merauke
Baca Juga
Naas akibat dari perbuatan keji pelaku, balita yang masih berumur 4 tahun tersebut sampai mengalami pendarahan hingga harus dilarikan ke Klinik terdekat yaitu Klinik PT. Bia Estate A oleh pamannya untuk menjalani pengobatan.
Menyikapi kasus Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak Indonesia langsung melayangkan Surat Permohonan Pemberatan dan Permohonan Suntikan Kebiri terhadap KNT (37) yang merupakan pelaku persetubuhan.
Surat permohonan tersebut dilayangkan kepada Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia yang saat ini diketuai oleh Bapak Aris Sirait.
Surat permohonan bernomor 008/KORNAS TRC PPA/VII/2021 yang diterbitkan di Surabaya tertanggal 6 juli 2021 tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua Koordinasi Nasional Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak, Jenny Claudya Lumowa.
- Kecam Aksi Pembacokan Anak, Kapolres Merauke: Kita Akan Kejar Sampai Dapat, Bagaimapun Caranya
- Anak Dibawah Umur Ditangkap Polisi Karena Mencur iSepeda Motor