Merauke - Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Papua Selatan melakukan Rapat Kerja Daerah (RAKERDA), Pendidikan dan Pelatihan Daerah (DIKLATDA), serta Forum Bisnis Daerah (FORBISDA) yang berlangsung dua hari mulai 18-19 Mei 2026 bertempat di Hotel Halogen.
- Perwakilan PBB Apresiasi Gubernur Papua
- Gazali Husin Renngiwur Apresiasi Kepada YW Atas Kepercayaan Diberikan Kepada GP Ansor Papua
- KKM Bone dan KKP Bone Kota Jayapura Sukses Rayakan Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 H Bersama Warga Bone
Baca Juga
Dengan mengusung tema “Stronger Together: Soliditas dan Kompetensi Menuju Sukses Bersama”, kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk dari penguatan kolaborasi dan peningkatan kapasitas pengusaha muda di Papua Selatan.
Ketua BPD HIPMI Papua Selatan, Nickson Pampang dalam sambutannya mengatakan bahwa HIPMI Papua Selatan harus mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di empat kabupaten yang ada di Provinsi Papua Selatan dikarenakan Papua Selatan sendiri memiliki posisi strategis ekonomi di kawasan timur Indonesia.
Nickson menegaskan bahwa pengusaha muda Papua Selatan tidak boleh hanya puas menjadi perantara atau subkontraktor level bawah, tetapi harus naik kelas menjadi pengusaha yang mandiri, berdaya saing, dan mampu menjadi pemain utama dalam rantai pasok dan pembangunan ekonomi daerah.
“Anak-anak HIPMI harus naik kelas, menjadi pengusaha yang mandiri, berdaya saing, bahkan mampu bersaing di tingkat menengah hingga atas,” katanya.
Ada empat pilar utama yang menjadi fokus HIPMI Papua Selatan yaitu Pilar pertama adalah membangun ekosistem usaha yang kolaboratif dengan menghilangkan sekat antara pengusaha kecil, menengah, hingga besar agar dapat bertumbuh bersama. Kedua adalah hilirisasi dan modernisasi usaha. Ketiga adalah optimalisasi peran pengusaha lokal dalam setiap proyek strategis daerah maupun nasional. Keempat adalah transformasi organisasi menuju sistem yang lebih modern dan profesional.
Nickson mengajak seluruh kader HIPMI Papua Selatan untuk fokus pada program yang berdampak langsung bagi masyarakat, memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah tanpa kehilangan sikap kritis yang membangun, serta segera menyusun Blueprint Ekonomi Pemuda Papua Selatan sebagai acuan pembangunan ekonomi daerah ke depan.
“Pengusaha muda Papua Selatan bukan hanya pelengkap, tetapi harus menjadi penggerak pembangunan. Mari bekerja keras, bekerja cerdas, dan bekerja ikhlas demi tanah Papua Selatan yang kita cintai,” tutupnya.
Sementara itu, Amadea Sampepadang selaku ketua panitia dalam laporannya menyampaikan bahwa RAKERDA bukan hanya sekadar forum administrasi organisasi, tetapi menjadi ruang konsolidasi besar untuk memperkuat solidaritas, menyusun arah kebijakan organisasi, mengevaluasi program kerja, serta merumuskan langkah strategis dalam menghadapi tantangan dunia usaha dan pembangunan daerah yang terus berkembang secara dinamis.
Amadea juga menjelaskan bahwa Diklatda menjadi bagian penting dalam proses kaderisasi organisasi guna melahirkan pengusaha muda yang tangguh, visioner, adaptif, dan memiliki semangat kolaborasi dalam membangun perekonomian Papua Selatan. Sementara Forbisa menjadi wadah membangun jejaring usaha, memperkuat kemitraan strategis, serta membuka peluang investasi dan kolaborasi antara pengusaha muda, pemerintah, dan dunia perbankan.
“Kami meyakini bahwa kemajuan daerah tidak hanya bergantung pada kekayaan sumber daya alam, tetapi juga ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda yang berani berwirausaha,” ujarnya.
Diharapkan lewat Rakerda, Diklatda, dan Forbisda BPD HIPMI Papua Selatan Tahun 2026 mampu melahirkan gagasan, program, dan kolaborasi nyata demi memperkuat peran pengusaha muda dalam mendukung pembangunan ekonomi di wilayah selatan Papua. 
- Jaga Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil 1711-02/MT Bantu Warga Tanam Jagung
- Pemkab Mappi Luncurkan Fasilitas Baru sebagai Langkah Nyata Peningkatan Kesejahteraan
- Perbedaan Itu Kekayaan Bangsa Pesan Abisai Rollo di Momen Halal BIhalal Partai Golkar Kota Jayapura