Merauke - Sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Asosiasi Sopir Angkutan Kota Kabupaten Merauke melakukan aksi tanam pohon pisang di ruas jalan gak yang rusak parah. Kamis, (6/2).
- Tiga Tersangka Korupsi Pembangunan Gereja Santa Maria Fatima Terancam Penjara Seumur Hidup
- Acer Perkuat Transformasi Pendidikan Digital di Merauke Lewat Donasi dan Peluncuran Platform Edukasi
- Gubernur Papua Selatan Tegaskan Pengerukan Sungai Maro Harus Berdasarkan Data Akurat
Baca Juga
Ketua Asosiasi, Fransiskus Xaverius Sarkol mengatakan bahwa ini merupakan aksi yang kesekian kalinya dilakukan bukan untuk melawan Pemerintah, namun karena sampai saat ini belum adanya penanganan lebih lanjut sedangkan masyarakat membutuhkan kepastian.
"Jalan ini sudah rusaj dari tahun-tahun sebelumnya, waktu didepan hotel royal juga kami buat aksi dulu baru diperbaiki tapi itu juga cuman setengah saja. Padahal dampak dari kerusakan jalan ini sangat kami rasakan," ungkapnya.
Dikesempatan yang sama Kepala Kelurahan Bambu Pemali, Elisabeth Fofied menyampaikan bahwa sejak dirinya menjabat sering dilakukannya musyawarah Kelurahan untuk menampung aspirasi dari RT yang akan diusulkan pada musyawarah tingkat Distrik. Dari tingkat Distrik selanjutnya akan diusulkan pada musyawarah tingkat Kabupaten, namun sampai saat ini belum ada jawaban dari dinas terkait yang menangani.
"Yang terjadi saat ini ya kami tidak bisa berbuat banyak karena keputusan terakhir ada dikewenangan atas," jelasnya.
- Tiga Tersangka Korupsi Pembangunan Gereja Santa Maria Fatima Terancam Penjara Seumur Hidup
- Acer Perkuat Transformasi Pendidikan Digital di Merauke Lewat Donasi dan Peluncuran Platform Edukasi
- Inspektorat Raih Nilai Tertinggi, Apolo Safanpo Tegaskan Komitmen Kinerja Akuntabel di Papua Selatan