Claus Wamafma, putra Papua diangkat jadi Direktur PT Freeport Indonesia. Kebijakan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir ini dikritik oleh salah seorang aktivis kemanusian adal Papua, Natalius Pigai.
- Tarsius Rahail Menduga Ada Pejabat Yang Turut Menikmati Uang Ganti Rugi Tanah Dinkes Merauke
- Merayakan Kearifan Lokal di Festival Budaya Sejuta Rawa Mappi
- Danrem 174/ATW Buka Puasa Bersama Prajurit Kodim Boven Digoel dan Masyarakat
Baca Juga
Dalam akun Twitternya @NataliusPigai2, dia memposting sebuah tulisan dan link berita berjudul "Erick Thohir Tunjuk Putra Papua Jadi Bos Freeport".
Dalam postingannya, Natalius Pigai menyampaikan peranannya untuk putra Papua.
"Direktur & Vice Presiden Freeport 15 orang. Saya juga pernah tempatkan Putra Papua jadi Vice Presiden Freeport," kata mantan anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) ini, Rabu lalu (19/2).
Tidak berhenti disitu, Natalius Pigai melanjutkan komentarnya terhadap berita tentang Erikch Thohir tersebut dengan menerangkan kembali peranannya untuk putra Papua.
"Saya juga pernah dorong minimal dua orang putra Papua jadi jenderal," sambung pria kelahiran Paniai, Papua ini.
Di akhir komentarnya, Natalius Pigai menegaskan bahwa langkah Erick Thohir menunjuk Claus Wamafma tidak berarti baginya. Sebab, masih terdapat persoalan penting yang hingga saat ini belum diselesaikan pemerintah, utamanya terkait HAM.
"Tapi tak perlu seakan-akan jadi malaikat. Hentikan saja pembunuhan dan kejahatan di Papua," tegas Natalius Pigai di akhir tulisannya.
Dilansir Kantor Berita Politik RMOL, Natalius Pigai sebelumnya mengusulkan kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk segera menghentikan segala bentuk operasi militer untuk mengendalikan situasi keamanan di Papua. 
- Kapolres Boven Digoel Ajak Masyarakat Bijak Bermedia Sosial Jelang Pilkada Serentak 2024
- Resmi melantik KONI Puncak Jaya Periode 2020-2024, Ini Harapan Sekum KONI Papua
- Evaluasi PSU Pilkada 2020 di Boven Digoel: Langkah Kritis Menuju Pilkada 2024
