Boven Digoel, Papua Selatan – Pemerintah Daerah Kabupaten Boven Digoel, dipimpin Bupati Roni Omba, SIP, bersama jajaran TNI dan Polri, melakukan penjemputan tenaga kesehatan (Nakes), guru, serta pengungsi dari Koroway Batu, Distrik Yanirumah, di Bandara Tanah Merah, Jumat (13/2/2026). Penjemputan dilakukan melalui tiga penerbangan bertahap, dengan total 33 penumpang yang tiba, termasuk anak-anak.
- Danbrigif 25/Siwah Kunjungi Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 111/KB di Boven Digoel Perbatasan Papua Selatan
- Panen Raya Padi Seluas 14.000 Hektar Hasil Optimasi Lahan di Merauke
- Kopi Liberika Jagebob dan Kalimaro Blend Siap Ramaikan Festival Kopi Papua 2022
Baca Juga


Kegiatan ini dilakukan menyusul insiden penembakan pesawat PK-SNT milik PT Smart Air Aviation di Bandara Koroway oleh Kelompok Kriminal Bersenta (KKB), yang menewaskan pilot dan kopilot. Akibat peristiwa tersebut, sejumlah tenaga kesehatan, guru, dan warga mengalami kepanikan dan memilih mengungsi ke daerah yang lebih aman, termasuk Kabupaten Mappi dan Sentani, Jayapura.
Bupati Roni Omba menegaskan bahwa kehadiran pemerintah daerah secara langsung merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab untuk memastikan keselamatan warga serta memberikan dukungan moril bagi masyarakat dan tenaga pelayanan publik yang terdampak.
“Kami hadir untuk memastikan semua yang terdampak insiden di Koroway Batu dapat memperoleh perlindungan dan pendampingan yang layak. Kami juga memberikan perhatian khusus terhadap anak-anak dan tenaga pelayanan publik agar mereka merasa aman dan mendapatkan kebutuhan dasar,” ujarnya.
Pemerintah daerah, lanjut Bupati, bekerja sama dengan aparat keamanan setempat untuk memastikan kondisi tetap kondusif. Selain itu, pihaknya juga mengupayakan ketersediaan kebutuhan pokok bagi pengungsi, mengingat akses distribusi bahan makanan ke Koroway Batu sempat terhambat akibat penghentian sementara penerbangan.
Kegiatan penjemputan ini dilakukan dengan protokol keamanan ketat, melibatkan aparat TNI dan Polri, untuk memastikan evakuasi berjalan lancar dan aman. Para pengungsi kemudian mendapatkan pendampingan lebih lanjut di fasilitas yang telah disiapkan pemerintah daerah, termasuk penyediaan tempat tinggal sementara, makanan, serta pelayanan kesehatan.
Sementara itu, sejumlah warga yang ikut dievakuasi menyampaikan rasa syukur mereka atas respon cepat pemerintah daerah dan aparat keamanan. Salah seorang warga, yang enggan disebutkan namanya, mengatakan, “Kami merasa aman karena pemerintah dan aparat langsung menjemput kami. Ini sangat membantu, terutama bagi anak-anak yang takut setelah insiden di Koroway.”
Pemerintah daerah Kabupaten Boven Digoel memastikan akan terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk menjaga stabilitas keamanan dan memberikan bantuan bagi masyarakat yang terdampak. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kecemasan warga sekaligus memastikan pemulihan kondisi pasca-insiden di Koroway Batu.
- Stok Gas LPG Aman dan Terjangkau di Papua Barat Daya Selama RAFI 2024
- Peringati HUT RI ke 76, Bupati Romanus: Giat Pembangunan Adalah Bagian Dari Amanah Leluhur
- Pagelaran Karnaval Ramaikan Peringatan HUT Kemerdekaan RI di Merauke