Boven Digoel, Papua Selatan – Sebanyak 9 (sembilan) orang tenaga pengajar dan tenaga perawat medis asal Distrik Koroway, Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan, tiba di Bandar Udara Internasional Sentani, Kabupaten Jayapura, pada Kamis (12/02/2026) sore.
- Setelah 7 Hari Pencarian Korban Kecelakaan Speed Boat, Operasi SAR Resmi Ditutup, Widodo tidak Ditemukan
- Supir Belum Mahir Berkendara, Toyota Triton di Papua Terjun Bebas Ke Jurang
- Keluhan Orang Tua Peserta Tes IPDN di Asmat: Mempertanyakan Transparansi Pengumuman Hasil
Baca Juga
Kapolres Boven Digoel AKBP Wisnu Perdana Putra, S.H., S.I.K., CBA Menjelaskan bahwa kedatangan rombongan yang berangkat dari Bandara Koroway Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel yang menggunakan Pesawat Mission Aviation Fellowship (MAF) jenis Codiak PK-MEF yang dipiloti oleh Capt. Thomas Allen Bolser dan mendarat di landasan milik PT. MAF pada pukul 15.29 WIT. Proses kedatangan berlangsung hingga pukul 16.42 WIT.
Kedatangan 9 tenaga pengajar dan medis ini merupakan langkah pengamanan diri pasca aksi kebrutalan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang melakukan penembakan terhadap Pilot dan Co-Pilot pada Rabu (11/02/2026), yang mengakibatkan keduanya meninggal dunia.
Adapun rombongan yang tiba terdiri dari 6 tenaga pengajar yakni Aan Suek, Risa, Ema, Monik, Yonar, dan Nonik, serta 3 tenaga perawat medis yakni Suster Grace, Rifal, dan Anton.
Setibanya di Sentani, para tenaga pengajar dan tenaga medis disambut oleh Koordinator Wilayah Papua Sekolah Lentera Harapan, Fred Samuel Koirewoa, serta Kepala Sekolah SD Lentera Harapan Distrik Danowage Kabupaten Boven Digoel, Harun Djouwni. Selanjutnya, rombongan diarahkan menuju ruang rapat Kantor PT. MAF untuk beristirahat sejenak sebelum menuju penginapan di kawasan Jalan Pasir, Sentani.
Seluruh rangkaian kegiatan kedatangan berjalan dengan lancar, tertib, dan situasi tetap aman kondusif.
- Begal Mulai Beraksi Di Merauke, Seorang Pemuda Dibacok Saat Berkendara, Sepeda Motornya Dirampas
- Kebakaran Hebat Menghanguskan Rumah Beserta Sebuah Mobil Dijalan Natuna Pada Minggu Subuh
- Diduga Disusupi, Aksi Demo Jaringan Internet di Merauke Berakhir Ricuh