Bakal Calon Bupati Merauke Hendrikus Mahuze melakukan klarifikasi terkait pernyataan Bawaslu Merauke yang menuding pihaknya tidak kooperatif karena tidak menghadiri panggilaan Bawaslu untuk melakukan klarifikasi tambahan tentang kasus video mahar politik yang sempat viral dan melibatkan namanya beberapa waktu lalu. Senin (21/9)
- Hitungan Sementara Jokowi, Rp 466 Triliun Habis untuk Bangun IKN Nusantara
- Prabowo Terancam Kehilangan Momentum, Gerindra Pasti Ikut PDIP Tolak Pemilu Ditunda
- Steering Committee, Ini Tahapan H-2 Menuju MUSDA XV KNPI Provinsi Papua
Baca Juga
Kepada awak media dirinya mengatakan tidak mengetahui jika ada undangan dari Bawaslu yang ditujukan kepadanya sebab saat itu dirinya sedang berada diluar kota Merauke.
“Semalam kami baru pulang dari luar Merauke melakukan kunjungan bersama relawan dan baru tahu ada undangan dari Bawaslu,” ucapnya
Dirinya menyatakan telah terjadi miskomunikasi. “Undangan itu pada saat saya tengah di luar kota. Karena dengan waktu yang ada, kami maksimalkan bertemu para relawan di daerah-daerah yang jauh. Target kami dari Muting lanjut ke Okaba,” katanya.
Sehingga sebagai sebagai warga negara yang baik, dirinya menegaskan, jika dirinya tetap patuh terhadap hukum yang berlaku, termasuk juga terkait dengan penanganan permasalahan soal video viral mahar politik yang turut menyeret namanya.
“Prinsipnya kami taat akan hukum. Kalau tidak kooperatif, undangan pertama kami tak hadir. Tapi dengan undangan pertama dari Bawaslu kami hadir, kami kooperatif,” ujarnya.
Lanjut dikatakannya “Prinsipnya, kami tidak pernah merasa tidak kooperatif, tapi kami sudah kooperatif dan undangan dari Bawaslu yang pertama, kami hadir semua. Kami siap dan taat,” tandasnya.
- Usai Jalani Tes Kesehatan, Kenius Kogoya Apresiasi Pelayanan RSUD Dok II Jayapura
- Fernando Genuni Duga Ada Upaya Melemahkan Majelis Rakyat Papua Barat Daya
- Diperiksa Puspomad 12 Jam, Pelapor Jenderal Dudung Jawab 40 Pertanyaan dan Serahkan Bukti Pendukung