Bakal Calon Bupati Merauke Hendrikus Mahuze melakukan klarifikasi terkait pernyataan Bawaslu Merauke yang menuding pihaknya tidak kooperatif karena tidak menghadiri panggilaan Bawaslu untuk melakukan klarifikasi tambahan tentang kasus video mahar politik yang sempat viral dan melibatkan namanya beberapa waktu lalu. Senin (21/9)
- Hadiri Pelantikan Pemuda Tani Indonesia, Mentan SYL Ajak Sinergi Bangun Pertanian
- Gubernur Se-Indonesia Disuruh Bawa Tanah dan Air untuk IKN Nusantara
- Pemerintah Buka 35 Ribu Loker Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan, Status BUMN
Baca Juga
Kepada awak media dirinya mengatakan tidak mengetahui jika ada undangan dari Bawaslu yang ditujukan kepadanya sebab saat itu dirinya sedang berada diluar kota Merauke.
“Semalam kami baru pulang dari luar Merauke melakukan kunjungan bersama relawan dan baru tahu ada undangan dari Bawaslu,” ucapnya
Dirinya menyatakan telah terjadi miskomunikasi. “Undangan itu pada saat saya tengah di luar kota. Karena dengan waktu yang ada, kami maksimalkan bertemu para relawan di daerah-daerah yang jauh. Target kami dari Muting lanjut ke Okaba,” katanya.
Sehingga sebagai sebagai warga negara yang baik, dirinya menegaskan, jika dirinya tetap patuh terhadap hukum yang berlaku, termasuk juga terkait dengan penanganan permasalahan soal video viral mahar politik yang turut menyeret namanya.
“Prinsipnya kami taat akan hukum. Kalau tidak kooperatif, undangan pertama kami tak hadir. Tapi dengan undangan pertama dari Bawaslu kami hadir, kami kooperatif,” ujarnya.
Lanjut dikatakannya “Prinsipnya, kami tidak pernah merasa tidak kooperatif, tapi kami sudah kooperatif dan undangan dari Bawaslu yang pertama, kami hadir semua. Kami siap dan taat,” tandasnya.
- Wabup Lamek Maniagasi: Kenius Kogoya Layak Duduki Jabatan Wakil Gubernur Papua
- Hak Angket Pemilu Tidak Perlu, Pengamat: Semua Pihak Harus Bijaksana
- Kasus Suap Pengesahan RAPBD Jambi Tahun 2017, KPK Panggil Bupati Tanjung Jabung Timur Romi Haryanto