Merauke – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), sebagai induk organisasi profesi wartawan tertua di Indonesia, sempat terguncang oleh dualisme kepemimpinan dan saling klaim keabsahan yang memicu konflik berkepanjangan. Namun, momentum Kongres PWI pada 30–31 Agustus 2025 menjadi titik balik menuju persatuan. Salah satu tokoh yang siap mengambil peran penting dalam rekonsiliasi ini adalah Teguh Santosa, wartawan senior sekaligus akademisi.
- Teriakan "Manyala Kakaku" dari Majelis Taklim Abepura, Menandai Kemenangan Paulus Waterpauw
- Safari Ramadhan KKM Kota Jayapura, Iriansyah: Momen Menyapa Warga Maros
- Kepala Daerah Maju Pilkada Wajib Cuti, Ini Ketentuannya
Baca Juga
Pada 21 Juli 2025 pukul 20.18 WIB, Teguh Santosa, yang juga Dosen Hubungan Internasional di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menyampaikan niatnya untuk maju sebagai calon Ketua Umum PWI. Dalam percakapan lewat panggilan WhatsApp, ia menegaskan tekadnya:
“PWI ini organisasi wartawan tertua. Harus kita selamatkan, dan abang kau ini harus mengambil tugas penyelamatan itu,” ujar pendiri RMOL Network ini dengan penuh keyakinan.
Teguh bukan sosok baru di dunia jurnalistik. Ia pernah turun langsung meliput perang di Afghanistan, menulis banyak buku, serta aktif mengajar dan membimbing generasi muda. Di organisasi, namanya dikenal sebagai Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) yang berhasil mengantarkan JMSI menjadi konstituen Dewan Pers pada awal 2022. Keberhasilan tersebut, diakuinya, adalah hasil kerja sama seluruh pengurus daerah, bukan semata pencapaiannya pribadi.
Pria yang dikenal memiliki integritas tinggi ini membangun hubungan tanpa sekat, menjalin komunikasi erat baik di tingkat pusat maupun daerah. Filosofinya sederhana: bekerja dengan sepenuh hati, bukan sekadar berbicara. Teguh percaya bahwa kerja nyata adalah kunci membangun kepercayaan dan menegakkan marwah organisasi.
Dengan modal pengalaman panjang di dunia jurnalistik, kepemimpinan organisasi, serta prinsip profesionalisme yang tak bisa ditawar, Teguh Santosa menawarkan visi besar: menyatukan kembali PWI yang sempat tercerai-berai, mengembalikan wibawa, dan memperkuat peran organisasi sebagai rumah besar wartawan Indonesia.
Nama Teguh bukan hanya besar di lingkup media, tetapi juga memiliki jejaring luas di berbagai daerah. Kepiawaiannya membangun hubungan personal tanpa sekat membuatnya dihormati lintas kalangan. Ia dikenal jarang bicara, namun selalu bekerja nyata dengan pendekatan konseptual dan kolaboratif.
Jika dipercaya memimpin, Teguh berkomitmen mengembalikan PWI menjadi rumah besar yang solid, menjaga independensi, serta mengutamakan integritas profesi. Baginya, nilai integritas tidak bisa ditawar, dinegosiasikan, atau dijual.
Kongres PWI 2025 diharapkan menjadi titik balik bagi persatuan wartawan Indonesia. Dari Banda Aceh hingga ke seluruh pelosok negeri, dukungan dan doa mengalir agar Teguh Santosa dapat meneguhkan kembali PWI yang sempat tercerai-berai.
Tentang Teguh Santosa:
- Profesional: Wartawan senior, Dosen Hubungan Internasional UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
- Organisasi: Pendiri RMOL Network, Ketua Umum JMSI
- Prestasi: Memimpin JMSI hingga menjadi konstituen Dewan Pers (2022)
- Pengalaman Lapangan: Pernah meliput konflik bersenjata di Afghanistan
- Polda Papua Kantongi Identitas Anggota KKB Pelaku Pembantaian Satu Keluarga TNI di Yalimo
- Tokoh Agama Suku Dani Dukung DOB Papua, Ini Himbauan Pdt. Nekies Kogoya Jelang 14 Juli
- Terpilih Aklamasi Jadi Ketum KNPI, Ryano Pandjaitan Ajak Pemuda Bergandengan Tangan
