Kewaspadaan dalam menghadapi krisis (sense of crisis) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI dinilai lemah. Pangkalnya, tidak responsif dalam mengusut dugaan komisioner Bawaslu Puncak, GT, terafiliasi dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM).
- Di Merauke Seorang Pria Tega Setubuhi Balita 4 Tahun Secara Sadis
- Mengancam Menyebarkan Video Intim Seorang Brimob Gadungan Diamankan di Bupul 13
- Pengadilan Sorong Eksekusi Kembalikan Aset Milik GBGP di Tanah Papua
Baca Juga
Diketahui, masyarakat sempat melaporkan GT kepada Bawaslu Papua Tengah karena diduga terafiliasi dengan kelompok separatis. Laporan dikirimkan saat seleksi calon anggota Bawaslu kabupaten/kota berlangsung, 4 Agustus 2023.
Sayangnya, perjalanan GT menjadi komisioner mulus. Ini sesuai Pengumuman Bawaslu RI Nomor 2571.1/KP.01/K1/08/2023. Ia bahkan telah dilantik, 19 Agustus 2023.
"Sense of crisis Bawaslu mungkin lemah karena tidak ada jangkauan terkait dengan struktur intelijen negara di situ," kata pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin, saat dihubungi di Jakarta, Minggu (27/8).
Ujang mengingatkan, adanya terduga teroris dalam lembaga negara sangat berisiko. Pangkalnya, ia bakal memiliki akses untuk mendapatkan rahasia negara.
"Oleh karena itu, mestinya dipotong, diselesaikan persoalan ini demi menjaga kedaulatan bangsa ini," tegasnya.
"Jangan dianggap remeh, jangan dianggap sepele persoalan ini," sambungnya. 
- Bertingkah Bagaikan Koboy Gunakan PCP, Seorang Pria di Amankan Anggota Polres Merauke
- Tegas Menolak Omnibus Law, Ratusan Mahasiswa Merauke Turun ke Jalan
- Tersangka Pencabulan Anak Dibawah Umur di limpahkan Ke JPU Dengan Ancaman Penjara 15 Tahun
