Kewaspadaan dalam menghadapi krisis (sense of crisis) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI dinilai lemah. Pangkalnya, tidak responsif dalam mengusut dugaan komisioner Bawaslu Puncak, GT, terafiliasi dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM).
- Ketahuan Bawa Ganja, Seorang Paruh Baya Berhasil Di Tangkap Di Pelabuhan Jayapura
- KUHP dan KUHAP Baru: Adakah Perlakuan Hukum yang Berubah dan Dirasakan Perempuan dan Anak
- Kasat Reskrim: Ini Daftar Aksi Curas yang Dilakukan FW
Baca Juga
Diketahui, masyarakat sempat melaporkan GT kepada Bawaslu Papua Tengah karena diduga terafiliasi dengan kelompok separatis. Laporan dikirimkan saat seleksi calon anggota Bawaslu kabupaten/kota berlangsung, 4 Agustus 2023.
Sayangnya, perjalanan GT menjadi komisioner mulus. Ini sesuai Pengumuman Bawaslu RI Nomor 2571.1/KP.01/K1/08/2023. Ia bahkan telah dilantik, 19 Agustus 2023.
"Sense of crisis Bawaslu mungkin lemah karena tidak ada jangkauan terkait dengan struktur intelijen negara di situ," kata pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin, saat dihubungi di Jakarta, Minggu (27/8).
Ujang mengingatkan, adanya terduga teroris dalam lembaga negara sangat berisiko. Pangkalnya, ia bakal memiliki akses untuk mendapatkan rahasia negara.
"Oleh karena itu, mestinya dipotong, diselesaikan persoalan ini demi menjaga kedaulatan bangsa ini," tegasnya.
"Jangan dianggap remeh, jangan dianggap sepele persoalan ini," sambungnya. 
- Cuitan "Allahmu Lemah" Ferdinand Hutahean, PMKRI: Harus Berhadapan dengan Hukum
- Puluhan Pengendara Kembali Terjaring Dalam Razia di Kota Jayapura
- Ahli Hukum: Pelaku Makar Dapat di Pidana Meski Baru Melakukan Percobaan
