Tokoh Adat Malind Sirplu di Salor Gervasius Wane Mahuze angkat bicara terkait dinamika politik usai menguatnya wacana pemekoran Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Papua Selatan (PPS).
- Pleno Rekapitulasi Perhitungan Suara Tingkat Provinsi Papua Resmi Dilakukan KPU
- Tolak Eksploitasi Blok Wabu "PRIMA Intan Jaya Apresiasi Gubernur dan Tim Advokasi Tivamaiva"
- Presidium KAHMI Romo Syafii Hingga Ahmad Doli Kurnia Layak Jadi Menteri Prabowo
Baca Juga
Dalam tatanan adat Suku Malind bahwa daerah Salor merupakan tempat sakral setelah Kondo yang dianggap sebagai meja adat utama terhadap empat golongan adat dalam suku Malind.
Empat golongan adat yang ada dalam suku Malind adalah Mayo, Imo, Zozom, dan Ezam yang tersebar melalui empat arah mata angin dari wilayah Kondo sampai Digul.
Dalam penyampaiannya Gervasius Wane Mahuze menyikapi dinamika politik praktis menjelang pembentukan provinsi Papua Selatan mengatas namakan masyarakat adat untuk kepentingan segelintir kelompok elit yang ingin mencari panggung dalam situasi menjelang lahirnya DOB PPS yang dituangkan kedalam 4 point rekomedasi sebagai berikut:
1. Mendukung Pelaksanaan UU No. 2 Tahun 2021 Tentang Perubahan kedua atas UU No. 21 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua,
2. Mendukung Pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Provinsi Papua Selatan (PPS),
3. Selanjutnya untuk penunjukan dan penetapan Penjabat Gubernur PPS adalah sepenuhnya kewenangan Pemerintah Pusat,
4. Siapapun yang akan ditunjuk dan ditetapkan oleh pemerintah pusat menjadi Penjabat Gubernur Papua Selatan, maka LMA di Wilayah Papua Selatan siap untuk menerima dan bekerja sama untuk mempersiapkan dan membangun Provinsi Papua Selatan.
- KPU Kabupaten Mappi Resmi Membuka Pendaftaran Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati untuk Pilkada 2024
- Amankan Kemah Jokowi di IKN, Paspampres Tabur Garam dan Siapkan Anti Bisa Ular
- Besok, Partai Perkasa Akan Disahkan Kemkumham