Boven Digoel, Papua Selatan – Di balik tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur layanan kesehatan di perbatasan Indonesia, hadir sosok inspiratif yang mendedikasikan dirinya sepenuh hati untuk masyarakat pedalaman. Dia adalah Wilando Pratama Utung, S.KM., M.KM, peserta Penugasan Khusus Individu Tenaga Kesehatan dari Kementerian Kesehatan RI, yang telah mengabdi di UPTD Puskesmas Sesnukt, Kabupaten Boven Digoel sejak tahun 2023.
- GELAR LOMBA SIMULASI GEMPA BUMI DAN RJP, TSE GROUP DAN KORINDO PAPUA PERINGATI BULAN K3 NASIONAL 2024
- Pakar WHO: Suntikan Booster Bukan Solusi Lawan Varian Baru Covid
- Polres Merauke Lakukan Pendisiplinan Prokes Dengan Bersepeda
Baca Juga


Selama dua tahun masa pengabdian, Wilando yang juga menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Cabang Provinsi Papua Selatan, dikenal tak hanya sebagai tenaga kesehatan, tetapi juga penggerak perubahan. Ia aktif mendorong berbagai program strategis untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di wilayah perbatasan, mulai dari penguatan fungsi Posyandu, menjadi narasumber maupun pelatihan kader, hingga penataan manajemen Puskesmas.
“Meski kami memiliki keterbatasan dalam fasilitas dan SDM, saya percaya bahwa pelayanan yang maksimal tetap bisa diberikan dengan semangat dan kolaborasi,” ujar Wilando dalam salah satu kesempatan wawancara, (10/08/25).
Salah satu terobosannya adalah penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP) di Puskesmas Sesnukt, yang bertujuan menyinergikan seluruh layanan dasar kesehatan agar lebih efektif dan efisien. Ia juga dikenal dekat dengan masyarakat serta mampu membangun hubungan harmonis dengan rekan sejawat.

Kehadiran Wilando membawa angin segar bagi pelayanan kesehatan di wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga ini. Masyarakat pun menyambut baik dedikasinya, yang tidak hanya membawa perubahan nyata, tetapi juga memberikan harapan akan akses layanan kesehatan yang lebih merata.
Setelah resmi menyelesaikan masa tugas pada 31 Juli 2025, Wilando mengaku mendapat banyak tawaran pekerjaan, baik dari instansi pemerintah maupun perguruan tinggi. Namun, dengan kerendahan hati, ia memilih untuk tetap melanjutkan pengabdiannya di Puskesmas Sesnukt.
“Saya masih punya banyak tanggung jawab yang belum selesai di sini. Selama saya masih dibutuhkan, saya akan tetap mengabdi,” ungkapnya.
Prinsip hidup yang ia pegang teguh adalah sederhana namun bermakna:
“Jadi berkat buat banyak orang.”
Dengan semangat itu, Wilando membuktikan bahwa pengabdian seorang tenaga kesehatan tak mengenal batas wilayah, selama niatnya adalah untuk melayani.
- Cegah Penyebaran Covid-19, Dandim 1707/Merauke Himbau Masyarakat Patuhi 4M
- TSE Group Hadirkan Layanan Pengobatan Gratis di Pedalaman Papua
- Jenderal Listyo Sigit Jenguk Sinta Aulia, DPP LPPI: Bukti Pemipun yang Peka Persoalan Masyarakat