Penjabat Gubernur Provinsi Papua Selatan Apollo Safanpo mengatakan, terhitung 1 Januari 2023 Pemerintah Provinsi Papua Selatan akan mulai berjalan.
- Staf Ahli Bupati Buka Pelatihan Komputer Bagi Pencaker OAP di Boven Digoel
- Sirkuit Grass Track Mappi, Tempat Uji Coba Pembalap Muda Berbakat
- Kunker ke Ninati, Kombut, Sesnuk, Bupati Boven Digoel Prioritaskan Pembangunan Jalan dan Jembatan
Baca Juga
Hal itu disampaikan Apollo Safanpo saat Jumpa Pers, didampingi 3 Pimpinan TNI yakni Komandan Korem 174 / Anim Ti Waninggap (ATW) Brigjen TNI E Reza Pahlevi, Komandan Lantamal XI Merauke Brigjen TNI (Mar) Gatot Mardiyono, Komandan Lanud J.A Dimara Kolonel Fery Yunaldi, di Restoran Pinang Sirih, Merauke, ( 01/01/2023).
Apollo Safanpo mengatakan ada empat tugas yang di amanatkan undang-undang selama menjabat sebagai PJ Gubernur.
"Tugas pertama yaitu membentuk kelembagaan struktur pemerintahan, organisasi perangkat daerah, penempatan pejabat ASN mulai dari eselon 2 eseleon 3 dan eseleon 4",ujarnya
Kedua yaitu mempersiapkan sarana dan prasarana infrastruktur pemerintah, seperti perkantoran, kantor gubernur, Kantor DPRD, kantor MRP dan kantor Dinas.
Ketiga membentuk DPR Provinsi dan majelis Rakyat Papua Selatan (MRP) Papua Selatan
"Keempat membentuk Provinsi yang defenitif Gubernur defenitif dan pemerintah defenitif", ujarnya
Lanjutnya, Apollo Safanpo menjelaskan bahwa awal tahun 2023 akan membentuk forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Provinsi Papua Selatan.
"Yang terdiri dari Gubernur, Danlantamal, Danrem, Danlanud, kalau sudah terbentuk Polda ada Kapolda, kalau ada kejaksaan tinggi Bapak Kejati masuk, dan juga ada pengadilan tinggi kepala pengadilan tinggi masuk salah satu anggota", ujar Apollo Safanpo
"2024 setelah masuk DPRD Provinsi, ketua DPR Provinsi Papua Selatan masuk dari Forkopimda yang terakir MRP",pungkasnya. 
- Pemda Boven Digoel Gelar Seminar FGD Harga Satuan Lokal Perjalanan Dinas
- DPRD Boven Digoel Menggelar Rapat Paripurna Hasil Reses I Tahun Sidang 2023-2024
- Taman Mappi Bangkit: Ekspresi Seni dan Budaya di Ruang Publik