124 Pendamping Koperasi Desa / Kelurahan Merah Putih (KDKMP) se Provinsi Papua Barat Daya ikut pelatihan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) se Provinsi Papua Barat Daya berlangsung selama lima hari dari tanggal 18 - 22 November 2025 di Hotel Aimas Convention Center Sorong.
- As I Setda Boven Digoel Buka Kegiatan Konsultasi Publik RPJPD 2025-2045
- Pj Gubernur Safanpo Resmi Mengundurkan Diri dan Siap Bertarung di Pilgub Papua Selatan
- Nilai Ekspor Hingga 15,6 Persen, Badan Karantina Pertanian Sosialisasi Ekspor Komoditas
Baca Juga
124 pendamping yang terdiri dari dua orang Proyek Manajemen Officer (PMO) Provinsi 12 PMO Kabupaten dan Kota se Papua Barat Daya dan 96 Business Assistant (BA) Koperasi Desa / Kelurahan Merah Putih (KDKMP) se - Papua Barat Daya dan 2 pengawas dari Dinas provinsi serta 12 Pengawas dari Dinas Koperasi kabupaten dan kota se Papua Barat Daya.
Menurut Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu yang diwakili oleh Plt. Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menegah Perindustrian dan Perdagangan, George Yarangga mengatakan Gubernur Elisa Kambu memberi penekanan agar PMO dan BA dapat mempercepat implementasi penerapan KDKMP di seluruh kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Papua Barat Daya.
"Jadi pak gubernur memberi penegasan agar PMO dan BA bisa mempercepat implementasi KDKMP, bukan hanya mengejar target kuantitas dan kualitas, " kata George Yarangga usai membuka pelatihan.
Ia menambahkan Gubernur juga tekankan agar PMO dan BA bisa membangun sistem pelaporan yang rapi, lengkap dan tepat waktu. "Gubernur berharap dengan adanya pelatihan dan pendampingan, instruktur dan narasumber dari perbankan, BUMN dan Kementerian bisa memberikan pembekalan bagi PMO dan BA, " kata George Yarangga.
PMO Pusat, PMO Provinsi, dan PMO Kabupaten Kota bisa satu suara, satu kata dan satu kesepemahaman.
"Gubernur berharap PMO dan BA bisa menjadi mitra strategis bagi pemerintah dalam hal ini dinas koperasi. Ini poin penting yang harus diperhatikan oleh PMO dan BA. Sebab KDKMP ini merupakan salah satu program strategis nasional yang bisa membawa dampak signifikan dalam membuka lapangan kerja, menekan harga inflasi, " kata George Yarangga.
Pesan dari Deputi bidang talenta dan pengembangan daya saing Kementerian Koperasi. Dimana Deputi menyebut dengan kehadiran Koperasi Merah Putih ini bisa ikut memotong mata rantai suplai distribusi bahan baku, sehingga bisa menekan inflasi.
"Dengan hadirnya, Koperasi Merah Putih ini bisa menghidupkan potensi ekonomi lokal, sebab kita tahu akses distribusi dari petani, nelayan dan peternak ke pasar cukup jauh, sehingga menimbulkan kost. Dengan adanya Koperasi Merah Putih ini, bisa membeli dari nelayan, petani , peternak, sehingga bisa mengurangi kost yang dikeluarkan oleh petani, nelayan atau peternak. Harga jual pun bisa menurun, sehingga daya beli masyarakat menjadi tinggi," kata George Yarangga.
Untuk Provinsi Papua Barat Daya sendiri, kata George Yarangga, telah terbentuk dan berbadan hukum sebanyak 1.013 KDKMP. "Kita sudah melaporkan, dan kita berharap keberadaan KDKMP yang telah berbadan hukum bisa dilakukan pendampingan secara baik oleh PMO dan BA,” kata George Yarangga. 
- Staf Ahli Bupati Buka Pelatihan Komputer Bagi Pencaker OAP di Boven Digoel
- Peringatan Hari Bhakti Imigrasi ke 71 Tahun
- Sementara Waktu Dinas Dukcapil Boven Digoel Tidak Mencetak KIA, Ini Alasannya!