Ketua Fraksi DPRD Kabupaten Magelang, Agus Sugiyono menyoroti kebijakan pemerintah naikkan tarif wisata Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu (5/6)
- Aklamasi, Erick Thohir Kembali jadi Ketua Umum MES
- Yosfan Jadi Pasangan Pertama Yang Mendeklarasikan Diri Untuk Maju Dalam Pilkada Merauke
- Terpilih Aklamasi, Supriadi Laling Pimpin HIPMI kota Jayapura 3 Tahun Kedepan
Baca Juga
Menurutnya, kebijakan ini harus ditinjau kembali karena akan berdampak pada turunnya jumlah wisatawan di Candi Borobudur.
"Kebijakan ini tidak pro rakyat, turunnya jumlah pengunjung akan menyiksa sektor UMKM yang baru mulai bergeliat pasca pandemi," tegas Agus Sugiyono dalam keterangan persnya di terima Kantor Berita RMOLPAPUA, Minggu (5/6).
Legislaor muda Partai Gerindra ini, meminta semua stakeholder mengkaji ulang kenaikan tarif wisata Candi Borobudur.
"Sebagai wakil rakyat, kami berharap agar kebijakan yang menyangkut hajat hidup rakyat melibatkan banyak pihak," tambahnya.
Agus Sugiyono menambahkan, sektor UMKM sangat terpukul selama pandemi karena menurunnya pendapatan usaha.
"Jangan kita menambah beban penderitaan rakyat karena kebijakan yang tidak memihak kepada rakyat. Saya pikir prinsip pemulihan ekonomi harus menjadi perhatian kita semua. Tidak bisa hanya satu aspek saja yang jadi perhatian kita. Nasib rakyat jauh lebih penting," terangnya.
Terakhir, kata Agus, selama ini kehadiran Candi Borobudur sebagai warisan leluhur yang secara administratif di Kabupaten Magelang belum begitu dirasakan langsung manfaatnya oleh warga Kabupaten Magelang dari aspek pemberdayaan masyarakat.
"Ditambah lagi, dinaikkan tarifnya artinya rakyat Magelang yang mau melihat warisan leluhur juga diperberat," tutupnya. 
- Poling 9 Capres RMOL Vote Ditutup, Total Pemilih 82 Ribu, Hasilnya: Agus Yudhoyono, Firli Bahuri, dan Anies Baswedan Tiga Besar
- Konsolidasi PKS Untuk Siap Menang di Pilkada 2024
- KPUD Wajib Patuhi Rekomendasi Majelis Rakyat Papua Barat Daya