Boven Digoel, Papua Selatan – Kabupaten Boven Digoel memasuki babak baru dalam kepemimpinan daerah. Pada Kamis, 16 Oktober 2025, Roni Omba dan Marlinus resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Boven Digoel periode 2025–2030 dalam sebuah upacara pelantikan yang khidmat dan penuh harapan.
- Staf Ahli Bupati Boven Digoel Buka Kegiatan Sosialisasi SIRUP dan UU PBJ di Distrik Jair
- Pj Bupati Mappi Dorong Keselamatan Berkendara: Sirkuit Grass Track Alternatif Balap Motor Anak Muda
- Staf Ahli Bupati Boven Digoel Membuka Pelatihan Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah
Baca Juga
Pelantikan yang digelar di Kantor Gubernur Papua Selatan tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat pemerintah provinsi, tokoh adat, tokoh agama, perwakilan partai politik, serta unsur Forkopimda. Momen ini menjadi penanda dimulainya lembaran baru dalam pemerintahan daerah, sekaligus kelanjutan dari proses demokrasi yang berjalan kondusif dan damai di Boven Digoel.
Dalam pidato perdananya saat Rapat Paripurna DPRK Boven Digoel pada (18/10/25). Bupati Roni Omba menyampaikan pesan tegas mengenai arah kepemimpinannya ke depan. Ia menegaskan bahwa dirinya dan Marlinus datang bukan dengan ambisi pribadi, melainkan dengan tekad untuk menyempurnakan pembangunan yang telah dirintis oleh pendahulunya.
“Kami datang bukan untuk menjadi yang paling hebat, tetapi untuk melanjutkan dan menyempurnakan kerja-kerja pembangunan yang sudah dimulai. Kami ingin menghadirkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik, lebih transparan, dan benar-benar berpihak pada rakyat,” ujar Roni disambut tepuk tangan hadirin.
Roni juga menggarisbawahi pentingnya peran serta masyarakat dalam pembangunan daerah. Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dan keterlibatan aktif seluruh elemen, mulai dari tokoh adat, pemuda, perempuan, hingga sektor swasta.
“Tanpa kebersamaan, pembangunan tidak akan maksimal. Mari kita bangun Boven Digoel secara gotong royong, dengan semangat kolektif yang kuat,” tambahnya.
Kepemimpinan Roni–Marlinus disebut-sebut akan lebih menitikberatkan pada pelibatan masyarakat akar rumput, pembangunan berbasis potensi lokal, serta pemerataan hasil pembangunan hingga ke distrik dan kampung-kampung terpencil di Boven Digoel.
Dalam kesempatan itu, Roni menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah menjaga proses pemilu di Boven Digoel berjalan tertib dan damai. Ia menyebut keberhasilan pelaksanaan demokrasi tidak lepas dari kerja keras banyak pihak, termasuk TNI-Polri, penyelenggara pemilu, serta partisipasi aktif masyarakat.
“Terima kasih kepada Pemerintah Pusat, Kementerian Dalam Negeri, Gubernur Papua Selatan, aparat keamanan, DPRK, penyelenggara pemilu, serta seluruh masyarakat. Ini adalah kemenangan demokrasi kita bersama,” ucapnya.
Dalam lima tahun ke depan, Roni dan Marlinus mengusung visi untuk menghadirkan pemerintahan yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Beberapa prioritas yang akan dijalankan antara lain:
- Pemerataan pembangunan infrastruktur hingga ke daerah pedalaman.
- Peningkatan layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan air bersih.
- Transparansi dalam pengelolaan anggaran dan kebijakan publik.
- Penguatan peran masyarakat adat dalam pembangunan dan pelestarian lingkungan.
- Pemberdayaan ekonomi lokal, khususnya sektor pertanian, perikanan, dan UMKM.
Menutup pidatonya, Roni menegaskan bahwa dirinya ingin menjadi pemimpin yang bukan hanya terlihat saat kampanye, tetapi hadir dan bekerja untuk rakyat sepanjang masa jabatannya.
“Kami ingin menjadi pemimpin yang dekat dengan rakyat, yang mau mendengar dan bekerja bersama. Kami yakin, dengan semangat kebersamaan, kita bisa membawa Boven Digoel menjadi kabupaten yang lebih maju, adil, dan sejahtera,” pungkasnya.
Kabupaten Boven Digoel merupakan salah satu daerah di Provinsi Papua Selatan yang memiliki letak strategis di bagian tenggara Pulau Papua, berbatasan langsung dengan Papua Nugini. Wilayah ini dikenal dengan kekayaan sumber daya alamnya, keberagaman budaya, serta semangat gotong royong masyarakat adat yang kuat. Tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur masih menjadi pekerjaan rumah utama bagi setiap kepala daerah yang memimpin.
- Multiplier Effect Turnamen Futsal Bupati Cup I: Peluang Usaha Mikro Meningkat
- Peningkatan Efisiensi Pengadaan Barang dan Jasa Melalui E-Katalog di Kabupaten Boven Digoel
- Bunda Stefanie Gomar: Harapan untuk Pendidikan Anak di Kabupaten Mappi