Sat Reskrim Polres Merauke dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Merauke AKP Agus F. Pombos menggelar konferensi pers terkait kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur. Jumat (29/10)
- TNI AL Merauke Tangkap 4 Orang WNA Asal PNG Selundupkan 571Kg Teripang Lewat Torasi
- Senyum Barnabas Suebu, Bebas Bersyarat Usai Jalani Hukuman Penjara Kasus Korupsi 43 M
- Kasat Reskrim: Ini Daftar Aksi Curas yang Dilakukan FW
Baca Juga



Kasat reskrim menjelaskan bahwa pelaku sengaja mengajak korban yang masih berumur 16 tahun itu ke rumahnya yang beralamat di jalan Taman Makam Pahlawan (TMP) Merauke yang saat itu sedang kosong, dan langsung memaksa korban untuk berhubungan badan layaknya suami istri.
"Pelau ajak korban, kobrna menolak namun pelaku tetap memaksa bawa ke rumahnya di TMP, rumah kosong orang tua tidak ada, disitulah korban memaksa korban dan melakukan hubungan badan." Ujar Kasat Reskrim.
Usai dipaksa melakukan hubungan badan, korban merasa sangat ketakutan dan kemudian memanggil orang tuanya untuk menjemput. Dan untuk diketahui bahwa antara pelaku dan korban saat kejadian memang sedang menjalin hubungan asmara.
Atas perbuatannya pelaku saat ini terpaksa harus mendekam sel tahanan polres untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, dan atas perbuatannya pelaku terancam dengan hukuman 15 tahun penjara.
Menyikapi hal ini, kasat Reskrim Polres Merauke AKP Agus F. Pombos menghimbau kepada seluruh warga masyarakat merauke agar dapat memahami bahwa kasus perbuatan kejahatan terhadap anak dan perempuan sama sekali tidak ada celah untuk mendapat pengampunan di mata hukum.
"Kita akan terus tindak sampai dengan kejahatan-kejahatan ini berhenti." Pungkasnya.
- Polres Boven Digoel Ungkap Peredaran Miras Oplosan Berkedok Miras Label
- Kuasa Hukum Klarifikasi Aksi Pemalangan SMA Negeri 3 Merauke: “Ini Soal Ganti Rugi yang Tak Diselesaikan Selama 9 Tahun”
- Jefri Wenda Ditangkap Polisi, Selaku Penanggungjawab Aksi Tolak DOB dan Minta Referendum