Merauke - Direktur Kepelabuhanan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Anto Julianto melakukan peninjauan langsung kondisi operasional Pelabuhan Yos Sudarso Merauke, Papua Selatan pada Selasa, 21 April 2026.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan layanan serta mengidentifikasi kebutuhan pengembangan infrastruktur pelabuhan di tengah meningkatnya arus logistik.
- Kasatker PJN Wilayah II Merauke Tinjau Langsung Kondisi Jalan Kilometer 192 Trans Papua
- Wabup Lexi: Terkait Dualisme KNPI di Boven Digoel, Perlu Ada Langkah untuk Menyelesaikan agar tidak Menyisakan Persoalan
- Ketua KPUD Boven Digoel: Butuh Kerja Sama Seluruh Pihak Tuk Suksesan Pilkada 2024
Baca Juga
Dalam kunjungan ini, Muhammad Anto menyoroti tingginya potensi komoditas yang ada di Merauke seperti gula, beras, dan jagung yang perlu diimbangi dengan sistem distribusi dan infrastruktur yang memadai.
“Saya pikir banyak masukan dan informasi yang diberikan. Potensi komoditas di Merauke menjadi perhatian, terutama bagaimana mobilitas dan distribusi barang bisa difasilitasi dengan lebih optimal,” ujarnya.
Ditegaskan bahwa penguatan infrastruktur dan sistem logistik di wilayah Papua Selatan menjadi bagian yang sangat penting dalam mendorong efisiensi logistik nasional serta memperkuat konektivitas maritim.
Dari hasil peninjauan dan pengamatan di lapangan, aktivitas bongkar muat di pelabuhan menunjukkan tren peningkatan yang sangat signifikan. Yard Occupancy Ratio (YOR) tercatat mencapai sekitar 90 persen, yang mengindikasikan kondisi lapangan penumpukan petikemas berada dalam kategori padat. Kondisi ini berdampak pada keterbatasan kapasitas serta meningkatnya waktu tunggu kapal.
Terminal Head TPK Merauke, Muhammad Rasul Irmadani mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah pengembangan untuk mengatasi kepadatan tersebut.
“Seluruh rencana pengembangan yang kami lakukan mengacu pada Rencana Induk Pelabuhan (RIP) yang saat ini masih dalam proses, sehingga tetap berada dalam koridor perencanaan jangka panjang,” jelasnya.
Dijelaskan lebih lanjut bahwa kepadatan juga dipengaruhi oleh aktivitas stuffing dan stripping yang masih dilakukan di dalam terminal serta belum optimalnya arus keluar kontainer dari pelabuhan.
Sebagai solusi, PT Pelindo merencanakan pembangunan depo petikemas di luar area pelabuhan yang akan difungsikan sebagai buffer yard untuk mengurangi kepadatan di dalam terminal. Lokasi depo direncanakan berada sekitar 500 meter dari pelabuhan, namun masih memerlukan dukungan pemerintah daerah, khususnya terkait akses jalan.
Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, operator pelabuhan, dan pemerintah daerah dalam mempercepat pengembangan infrastruktur pendukung logistik di Merauke. 
- Bunda Stefanie Gomar: Motivasi Bagi Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini di Mappi
- KPUD Boven Digoel Gelar Sosialisasi Tahapan Pencalonan Pilkada dengan Melibatkan Nakes dan Polisi
- Dua Tersangka Pemilik Ganja Sebanyak 3,7 Kg Dimusnakan Sat Narkoba Polresta