Merauke, Papua Selatan, Dosen Teknik Pertanian melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul: Pengenalan Teknologi Drone Untuk Menunjang Proses Produksi Pertanian dan Peningkatan Pemahaman Siswa dan Guru SMA Negeri 1 Kurik Tentang Keamanan Pangan, Bersama siswa-siswi SMA Negeri 1 Kurik, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke.
- BNI Luncurkan Aplikasi Super, Alihkan Nasabah dari Penggunaan Mobile Banking Ke Wonder
- Berikan Kontribusi Kepada Pemda Merauke, BNI Luncurkan Program E-parkir
- Pengamat Teknologi: Dokumen Elektronik, Selain Aman dan Efisien Juga Sah di Mata Hukum
Baca Juga

Praktik Cek-KLIK dengan Penggunaan Aplikasi BPOM Mobile
Sebagai salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan tinggi pada Hari Selasa, 04 November 2025 Tim Dosen dari Program Studi Teknik Pertanian Universitas Musamus melakukan kegiatan pengabdian Kepada Masyarakat pada siswa-siswi SMA Negeri 1 Kurik. Kegiatan pengabdian ini bertema “Pengenalan Teknologi Drone Untuk Menunjang Proses Produksi Pertanian dan Peningkatan Pemahaman Siswa dan Guru SMA Negeri 1 Kurik Tentang Keamanan Pangan” dilaksanakan oleh Program Studi Teknik Pertanian.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMA Negeri 1 Kurik, dihadiri oleh tim dosen Prodi Teknik Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Musamus Merauke, mahasiswa Prodi Teknik Pertanian, serta siswa dan guru SMA Negeri 1 Kurik. Acara diawali dengan doa dan sambutan dari Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kurik bapak Agus Minto, S.Pd.,M.Pd, serta sambutan Kaprodi Teknik Pertanian Universitas Musamus Merauke Dr. Mega Ayu Yusuf, STP.,M.Si.
Kegiatan pengabdian dilakukan melalui beberapa tahapan.Tahapan pertama berupa sosialisasi tentang keamanan pangan dan pengenalan teknologi drone. Tahapan kedua adalah tahapan berupa praktik secara langsung. Praktik dilakukan secara bersamaan untuk 2 kelompok siswa yang dibentuk pada tahapan sosialisasi. Praktik keamanan pangan dilakukan dengan mengenalkan cek-KLIK pada beberapa produk pangan dalam kemasan dan praktik menggunakan aplikasi BPOM-online.Sedangkan praktik teknologi drone dilakukan dengan mengajak para siswa mengenali drone dan menerbangkan drone secara langsung di lapangan basket milik SMA Negeri 1 Kurik. Tahapan berikutnya adalah tahapan umpan balik yang dilakukan sekaligus pada saat praktik.
Kegiatan selanjutnya adalah penyampaian materi oleh narasumber yaitu ibu Dr. Ni Luh Sri Suryaningsih, S.P., M.Sc. tentang keamanan pangan, meliputi 5 Kunci Keamanan Pangan Keluarga, cek-KLIK dan penggunaan aplikasi BPOM Mobile. Penyampaian materi selanjutnya adalah tentang pengenalan teknologi drone untuk menunjang teknologi di bidang pertanian yang disampaikan oleh bapak Ir. Suryadi, S.TP., IPP, M.Si. dengan didampingi oleh bapak Charles Rory, dari Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI) – Merauke.
Keamanan pangan merupakan isu yang penting, karena setiap hari kita semua perlu pangan untuk hidup. Namun, tidak semua orang menyadari bahwa pangan yang kita konsumsi tidak selalu aman. Pangan yang tidak aman dapat menjadi sumber masalah kesehatan yang serius, baik untuk diri sendiri maupun untuk masyarakat luas. Oleh karena itu, penting bagi kita semua, terutama generasi muda, untuk memahami cara memilih dan mengelola pangan yang aman. Pengetahuan yang tepat dapat menjaga kesehatan diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita.Langkah awal dalam meningkatkan kesadaran betapa pentingnya keamanan pangan adalah dengan melakukan sosialisasi tentang hal ini, khususnya kepada siswa SMA Negeri 1 Kurik. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang bagaimana cara memilih, menyimpan, dan mengolah pangan dengan aman.
Pelatihan tentang keamanan pangan dan pengenalan teknologi drone bagi siswa SMA Negeri 1 Kurik dirancang untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai kedua aspek ini. Pelatihan ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya keamanan pangan, tetapi juga untuk mengenalkan siswa pada teknologi yang dapat memperkuat sektor pertanian. Melalui pengetahuan tentang Cek-KLIK dan aplikasi BPOM Mobile, siswa dapat lebih cermat dalam memilih pangan yang aman.
Sementara itu, pengenalan teknologi drone diharapkan memberikan wawasan baru bagi siswa tentang bagaimana teknologi canggih ini bisa digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pertanian.Melalui kegiatan pelatihan ini, siswa SMA Negeri 1 Kurik diharapkan dapat menjadi pionir dalam penggunaan teknologi untuk pertanian dan keamanan pangan di daerah mereka.Sebagai generasi muda, mereka diharapkan tidak hanya menjadi konsumen yang bijak dalam memilih pangan, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu mengaplikasikan teknologi dalam kehidupan sehari-hari untuk meningkatkan kualitas pertanian dan menjaga keamanan pangan yang dikonsumsi oleh masyarakat.
Langkah awal dalam meningkatkan kesadaran betapa pentingnya keamanan pangan adalah dengan melakukan sosialisasi tentang hal ini, khususnya kepada siswa SMA Negeri 1 Kurik. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang bagaimana cara memilih, menyimpan, dan mengolah pangan dengan aman.
Keamanan pangan melalui 5 Kunci Keamanan Pangan Keluarga dapat dijadikan pedoman dasar bagi setiap keluarga untuk memastikan pangan yang mereka konsumsi aman. Para siswa juga dikenalkan dengan Cek-KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) pada produk pangan kemasan, sehingga mereka dapat memeriksa apakah produk tersebut memenuhi standar yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Pemanfaatan teknologi, seperti aplikasi BPOM Mobile, juga diperkenalkan pada saat sosialisasi untuk mempermudah masyarakat dalam memeriksa status keamanan pangan. Aplikasi BPOM Mobile memungkinkan pengguna untuk mengecek apakah produk pangan sudah terdaftar di BPOM menggunakan smartphone yang dimiliki. Aplikasi ini memudahkan masyarakat untuk melakukan verifikasi terhadap keamanan produk pangan yang mereka beli .
Disaat bersamaan dilakukan praktik menerbangkan drone di lapangan basket SMA Negeri 1 Kurik. Sebelum diajarkan menerbangkan drone, para peserta dikenalkan terlebih dahulu bagian-bagian dari drone, cara mengoperasikan serta fungsi dari drone itu sendiri. Pengenalan teknologi drone kepada siswa SMA memiliki banyak manfaat dalam mendukung pembelajaran dan pengembangan keterampilan masa depan. Drone dapat menjadi media pembelajaran yang menarik karena mengaitkan teori dengan praktik secara langsung, terutama pada mata pelajaran fisika, matematika, informatika, dan teknologi. Melalui drone, siswa dapat memahami konsep gaya angkat, kecepatan, sensor, sistem kendali, serta dasar pemrograman dengan cara yang lebih konkret dan mudah dipahami.
Perkembangan teknologi yang semakin pesat juga membawa peluang besar di berbagai bidang, termasuk pertanian. Di dunia pertanian, salah satu teknologi terbaru yang mulai banyak digunakan adalah drone. Teknologi ini memungkinkan petani untuk memantau lahan pertanian dan tanaman secara lebih efisien dan akurat. Drone memungkinkan petani melakukan evaluasi kondisi tanaman, mendeteksi potensi masalah seperti serangan hama atau penyakit, serta memeriksa kondisi tanah dan tanaman yang memerlukan perhatian lebih. Bahkan, drone dapat dipergunakan untuk memantau kualitas produk pangan yang dihasilkan, sehingga dapat memastikan bahwa produk tersebut memenuhi standar kualitas yang tinggi sebelum sampai ke konsumen. Kurik, daerah tempat SMA Negeri 1 Kurik berada, adalah salah satu daerah dengan potensi pertanian yang cukup besar di Merauke.
Sebagai daerah pertanian potensial, Kurik menjadi tempat yang sangat tepat untuk mengenalkan dan memanfaatkan teknologi terbaru dalam bidang pertanian. Para siswa diharapkan mereka dapat memperoleh wawasan luas mengenai bagaimana teknologi ini dapat diterapkan dalam sektor pertanian, khususnya dalam memantau kondisi lahan dan tanaman secara efisien . Penggunaan drone diharapkan dapat membantu siswa memahami bagaimana teknologi ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian mereka dengan cara yang lebih ramah lingkungan dan hemat biaya.
Peserta sangat antusias dengan kegiatan tersebut, hal ini terlihat dari pertanyaan yang timbul pada saat kegiatan sosialisasi maupun pada saat praktik berlangsung. Keingintahuan para siswa sangat terlihat dari interaksi yang terjadi saat kegiatan praktik. Menurut peserta kegiatan ini sangat bermanfaat karena mereka mendapatkan tambahan ilmu baru yang berbeda dari yang biasa didapatkan dari sekolah dan sangat bermanfaat untuk masa depan meraka. Kegiatan pengabdian diakhiri dengan foto bersama tim dosen Prodi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Musamus dan para peserta pelatihan.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kurik berakhir. Kegiatan ini merupakan kegiatan untuk tansfer ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna kepada masyarakat yang merupakan bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tingga untuk mewujudkan ”Kampus Berdampak”.Kami berharap kegiatan ini mampu memberikan dampak yang positif terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
- Indonesia Jual Lima Pesawat N219 ke Kongo
- Pengamat Teknologi: Dokumen Elektronik, Selain Aman dan Efisien Juga Sah di Mata Hukum
- Catat, Ini 11 Daerah yang Warganya Wajib Pakai MyPertamina untuk Beli BBM Bersubsidi