Pembahasan dua nama untuk menggantikan posisi Alm. kelemen Tinal wakil gubernur Papua akan diteruskan ke DPR Papua menarik perhatian rakyat Papua yang mana beredar isu telah diputuskan dua nama itu oleh Gubernur Papua.
- Rencana Kunjungan Anis Baswedan di Tanah Papua, Tolak Tegas Oleh Pemuda Adat Tabi-Saireri.
- Gas Rumah Tangga Naik di Awal Tahun, Aktivis ke Menkeu: Oligarki Tambah Kaya, APBN Jadi Beban Rakyat
- Proses FPT Bakal Calon Bupati Partai Hanura, Kenius Kogoya : Tanpa Konfirmasi Dianggap Mengundurkan Diri
Baca Juga
Dua nama itu ialah Kenius Kogoya dari partai Hanura dan Yunus Wonda dari partai Demokrat.
Menyikapi hal itu, Kualisi Pemuda Nusantara Papua angkat bicara saat menggelar Jumpa pers bersama awak media di Waena Kota Jayapura, Selasa (10/8)
Frangklin Wahey berharap kepada semua calon yang terpilih dan tidak terpilih hargai keputusan ini, Karena wagub itu bukan 2,3 atau 10 tetapi 1 saja dan diteruskan ke DPR Papua untuk dipilih siapa yang terbaik.
"Kami juga meminta kepada calon Wagub yang tidak terpilih agar menaham diri karena proses ini hanya melanjutkan di sisa waktu periode 2018-2023 pasca meninggalnya bapak Kelemen Tinal," ungkapnya.
Jagan karena wagub ini membuat polemik sehingga mengganggu ketentraman, keamanan dan setuasi di tanah Papua menjadi kacau
"Rakyat Papua hari ini membutuhkan pembangunan dan pemerintahan yang baik untuk membangun tanah papua." Pungkasnya
Benyamin Gurik latar belakang aktifis Papua yang selama ini mendukung Lukas Enembe sejak periode pertama, berpesan mari kita berikan ruang kepada Gubernur Papua menentukan siapa orang yang cocok untuk dia ditengah situasi beliau sakit serta fokus untuk kesehatannya.
"Terkait dua nama yang muncul itu sampai hari ini belum mendapatkan kepastian apakah keputusan kualisi apa kebutuhan gubernur, tetapi ada kekosongan hukum disitu jika itu rekomendasi gubernur dan kualisi merasa harus mendorong kami minta segera di tuntaskan dan Jagan berlarut-larut" ungkap BG
Selanjutnya, Sudin Rettob meminta Bagi para-para senior yang ikut berkompetisi dengan baik dalam penentuan calon wagub papua yang memiliki kapasitas dan kapabilitas politik yang mapan maka proses demokrasi ini harus kita hargai.
"Untuk itu memberikan pembelajaran politik yang baik kepada publik sehingga ini tidak menimbulkan Setiadi yang gaduh yang membuat bapak gubernur harus berfikir," ungkap Sudin
Kesempatan yang sama, Esther Elisabeth Yaku, mewakili perempuan Papua juga mengatakan kami tidak mau pro kontra terlalu banyak tapi mari kita bersatu mendukung keputusan Gubernur Papua bapak Lukas Enembe karena beliau lebih tau siapa yang terbaik dan layak untuk mendampingi beliau.
"Kami tidak menuntut apa-apa dan kami tidak mendapatkan apa-apa juga kami selalu ada untuk mendukung beliau," Pungkasnya. 
- KPU Papua Selatan Resmi Tutup Pendaftaran Calon Gubernur dan Wakil Gubernur
- Calon Tunggal, Kenius Kogoya Lolos Verifikasi Calon Ketua KONI Papua
- Sambangi JMSI Aceh, Dirjen Adwil Kemendagri Bahas Persiapan Pemerintah Menuju Endemi Covid-19