Pembahasan dua nama untuk menggantikan posisi Alm. kelemen Tinal wakil gubernur Papua akan diteruskan ke DPR Papua menarik perhatian rakyat Papua yang mana beredar isu telah diputuskan dua nama itu oleh Gubernur Papua.
- Simulasi Pengamanan Pemilu 2024 di Kabupaten Mappi: Meningkatkan Kesiapan Aparat untuk Suksesnya Pesta Demokrasi
- Rekomendasi Golkar Untuk Paulus Waterpauw, Sah Dan Final Untuk Gubernur Papua
- KNPI Papua Hadiri HUT Ke-59 Kodam XVII Cenderawasih
Baca Juga
Dua nama itu ialah Kenius Kogoya dari partai Hanura dan Yunus Wonda dari partai Demokrat.
Menyikapi hal itu, Kualisi Pemuda Nusantara Papua angkat bicara saat menggelar Jumpa pers bersama awak media di Waena Kota Jayapura, Selasa (10/8)
Frangklin Wahey berharap kepada semua calon yang terpilih dan tidak terpilih hargai keputusan ini, Karena wagub itu bukan 2,3 atau 10 tetapi 1 saja dan diteruskan ke DPR Papua untuk dipilih siapa yang terbaik.
"Kami juga meminta kepada calon Wagub yang tidak terpilih agar menaham diri karena proses ini hanya melanjutkan di sisa waktu periode 2018-2023 pasca meninggalnya bapak Kelemen Tinal," ungkapnya.
Jagan karena wagub ini membuat polemik sehingga mengganggu ketentraman, keamanan dan setuasi di tanah Papua menjadi kacau
"Rakyat Papua hari ini membutuhkan pembangunan dan pemerintahan yang baik untuk membangun tanah papua." Pungkasnya
Benyamin Gurik latar belakang aktifis Papua yang selama ini mendukung Lukas Enembe sejak periode pertama, berpesan mari kita berikan ruang kepada Gubernur Papua menentukan siapa orang yang cocok untuk dia ditengah situasi beliau sakit serta fokus untuk kesehatannya.
"Terkait dua nama yang muncul itu sampai hari ini belum mendapatkan kepastian apakah keputusan kualisi apa kebutuhan gubernur, tetapi ada kekosongan hukum disitu jika itu rekomendasi gubernur dan kualisi merasa harus mendorong kami minta segera di tuntaskan dan Jagan berlarut-larut" ungkap BG
Selanjutnya, Sudin Rettob meminta Bagi para-para senior yang ikut berkompetisi dengan baik dalam penentuan calon wagub papua yang memiliki kapasitas dan kapabilitas politik yang mapan maka proses demokrasi ini harus kita hargai.
"Untuk itu memberikan pembelajaran politik yang baik kepada publik sehingga ini tidak menimbulkan Setiadi yang gaduh yang membuat bapak gubernur harus berfikir," ungkap Sudin
Kesempatan yang sama, Esther Elisabeth Yaku, mewakili perempuan Papua juga mengatakan kami tidak mau pro kontra terlalu banyak tapi mari kita bersatu mendukung keputusan Gubernur Papua bapak Lukas Enembe karena beliau lebih tau siapa yang terbaik dan layak untuk mendampingi beliau.
"Kami tidak menuntut apa-apa dan kami tidak mendapatkan apa-apa juga kami selalu ada untuk mendukung beliau," Pungkasnya. 
- Empat Kampung Bori Raya Siap Menangkan Calon Bupati dan Wakil Bupati Maybrat Murafer-Sollosa Periode 2024-2029
- Kampanye Akbar Safanpo-Imadawa Dipadati Belasan Ribu Pendukung
- KPU Papua Selatan Resmi Tutup Pendaftaran Calon Gubernur dan Wakil Gubernur