Terkait dengan insiden kericuhan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Merauke yang mengakibatkan tewasnya dua orang Narapidana yang merupakan Suku Marind membuat ketua Pemuda Marind Fransiskus Ciwe angkat bicara.
- Supir Mobil Ngantuk, Tabrak Pejalan Kaki Hingga Meninggal Dunia
- Wadan Lantamal XI Lepas Satgas Ops PAM Rahwan dan Ops Pamtas
- Lemahnya Sistem Keamanan, Dalam Sepekan 2 Tindakan Kriminal Terjadi di RSUD Merauke
Baca Juga
Dirinya meyangkan dan mengutuk keras aksi pembunuhan terhadap dua orang Narapidana asli suku Marind dengan tudingan menggunakan ilmu hitam (Suanggi), padahal menurutnya hal tersebut tidak bisa dibuktikan secara ilmiah dan hukum.
“Saya sangat menyayangkan terjadinya insiden kericuhan dalam Lapas Kelas IIB Merauke hingga menewaskan dua orang tahanan, yang keduanya merupakan suku asli Marind.
Ini tentu suatu hal yang sangat menyakitkan bagi kami orang asli Marind. apalagi tudingannya kedua orang tersebut dianggap menggunakan ilmu hitam (Suanggi) untuk membunuh tahanan lainnya.
Namun pada kenyataannya berdasarkan informasi yang kita dapat diduga tahanan tersebut meninggal dunia karena Covid-19.” Ujarnya
Lanjut diri nya mengutarakan apabila benar ada Napi yang meninggal karena Covid-19, maka harus ada yang dibenahi dari lapas kelas IIB Merauke karena telah kecolongan menahan Napi yang sedang mengidap Covid-19.
Sehingga atas kejadian tersebut Fransiskus Ciwe mempertanyakan terkait kinerja dari Lapas Kelas IIB Merauke yang nilainya telah lalai dalam melakukan pengawasan hingga mengakibatkan terjadinya insiden pembunuhan kepada dua orang Narapidana suku Marind.
Apalagi terdapat beberapa barang bukti berupa benda yang bisa untuk digunakan sebagai senjata menyerang dan melukai tahanan lain.
Atas hal tersebut dirinya meminta pihak pengelola Lapas Kelas IIB Merauke untuk bertanggung jawab atas kelalaiannya tersebut, dan berharap agar para pelaku pembunuhan dapat dihukum dengan seberat-beeratnya. 
- Rini Anjarwati Kusuma Putri, Puteri Indonesia 2024 yang Berdedikasi untuk Tanah Kelahirannya
- Bersinergi Bersama Warga Bersihkan Pohon Tumbang Yang Menutupi Badan Jalan
- Two Women Raped And Persecuted By KST Group In Yahukimo
