Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusahan Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Papua Barat Daya Masa Bhakti 2026-2029 menggelar Forum Bisnis Daerah.
- Kondisi Realisasi APBN Sampai 29 Februari 2024 khusus di Papua Barat Daya
- Bupati Boven Digoel Didampingi Dandim 1711 dan Kapolres Hadiri Panen Raya di Asiki
- Hasil Program Ketahanan Pangan, Satgas Yonif 611/Awang Long Bersama Warga Papua Panen Raya Perdana
Baca Juga
Dalam forum ini diikuti pengusaha, mahasiswa dan pengurus BPC HIPMI se Papua Barat Daya ini, dilaksanakan di Gedung Pertemuan Drey Kinder, Minggu 3 Mei 2026.
Menurut, Ketua Panitia Pelaksana, Fadlia Sanusi Rahaningmas mengatakan Forum Bisnis Daerah HIPMI Papua Barat Daya ini bersamaan dengan kegiatan Rakerda dan Diklatda.
"Kegiatan Forbisda ini barengan dengan kegiatan Raker dan Diklatda, yang telah dilakukan pada hari Sabtu kemarin, sedangkan Forbisda baru dilaksanakan hari Minggu," kata Fadlia.
Ia menjelaskan kegiatan Diklatda dan Forbisda adalah dua rangkaian kegiatan strategis HIPMI di tingkat daerah.
Untuk Diklatda fokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, anggota, dan pengurus, sementara Forbisda bertujuan untuk memperkuat sinergi, jaringan, dan kolaborasi bisnis antar anggota.
Selain itu memperluas jaringan bisnis, menciptakan peluang kolaborasi, dan memperkuat sinergi antar pengusaha muda di Papua Barat Daya.
Sementara Korwil Indonesia timur BPP HIPMI, Bachtiar menyampaikan terimakasih kepada para pemateri yang telah memenuhi undangan HIPMI PBD.
Menurutnya setiap BPD HIPMI wajib melaksanakan agenda penting organisasi, yaitu Rakerda, Diklatda dan Forbisda.
Dalam Rakerda diharapkan pengurus Hipmi dapat menyusun program yang mampu bekerjasama dengan pemerintah daerah.
Pantauan media ini narasumber dalam Forbisda HIPMI yaitu, Pertamina yang dibawakan oleh Sales Magnager Branch Pertamina Patra Niaga, Yunus Maharrahman. KCP Pasar Remu Bank Papua, Asep Ardiansyah, serta Kepala Biro ekonomi dan adm pembangunan PBD, Eksan Musaad.
- Minimalisir Resiko, Diskoperindag Papua Selatan Lakukan Pelarihan Manajerial
- Inflasi Bulan Juli 2024 Papua Barat Daya Turun 0,25 Persen
- Nilai Tukar Rupiah Melemah Bikin APBN Mendatang Babak Belur