Industrialisasi Teknologi Pengolahan Minyak Kayu Putih: Dorong Optimalisasi Kemandirian Ekonomi Masyarakat di Kampung Wasur

Dalam upaya meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat lokal dan mengoptimalkan sumber daya alam di Kampung Wasur kabupaten Merauke Papua Selatan.


Sebuah Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) yang digagas oleh tim Dosen dan Mahasiswa dari Universitas Musamus yang di ketuai Muh. Rafi’y M.Pd, dan anggota Ismail M.E serta Hajra Yansa M.Pd yang bekerjasama dengan Kemendiktisaintek melalui program BIMA dan Kampus Berdampak  telah berhasil dilaksanakan dengan tajuk “Industrialisasi Komunitas SDA Lokal melalui Teknologi Pengolahan Minyak Kayu Putih”.

Pelaksanaan kegiatan ini tidak hanya memberikan pelatihan teknologi penyulingan modern, tetapi juga memperkuat kapasitas produksi, mutu, dan pemasaran minyak kayu putih yang dihasilkan

Kayu putih (Melaleuca Cajuputi) merupakan tanaman lokal yang banyak tumbuh di kawasan Wasur dan sekitarnya. Sebelumnya, proses penyulingan minyak kayu putih masih memanfaatkan metode tradisional yang kurang efisien, kontrol suhu serta rendemen yang masih rendah, proses pengeringan bahan baku yang kurang optimal serta minimnya distribusi dan pemasaran pascaproduksi.

Ketua tim pengabdian Muh. Rafi’y menjelaskan bahwa melalui kegiatan ini masyarakat kampung wasur dapat membuka peluang yang lebih besar lagi dalam meningkatkan pendapatan mereka, sebab selama ini minyak kayu putih yang telah selesai di suling hanya dijual perbotol saja tanpa adanya branding yang melekat yang akhirnya menurunkan harga jualnya.

Sementara itu menurut Tobias gebze, ketua kelompok tani kampung wasur menyampaikan rasa syukurnya atas kegiatan pengabdian ini. “kami merasa sangat terbantu oleh kegiatan dari tim PkM”. Bahkan pak Tobias berharap kedepannya semakin banyak kegiatan-kegiatan serupa yang dilakukan agar membantu percepatan kemandirian ekonomi dan membantu pemberdayaan warga masyarakat kampung di wilayah kabupaten merauke.

Dalam pengabdian ini tim PkM menjabarkan teknik pra-pengolahan bahan yang berfokus terkait bagaimana meningkatkan rendeman minyak untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal. Penggunaan teknologi ketel uap stainles untuk mendorong metode penyulingan yang lebih efektif, pelatihan mengenai pengemasan dalam botol untuk menjaga kadar mutu tetap stabil dan terakhir adalah pemberian branding yang lebih menarik untuk di pasarkan dalam tingkat lokal maupun melalui penjualan online.

Pogram ini mendapat dukungan dari kepala kampung yang menegaskan bahwa industrialisasi SDA lokal terkait pengolahan minyak kayu putih dapat membantu upaya pemerintah pusat dalam mendorong optimalisasi kemandirian ekonomi masyarakat.