Inovasi Kebun Sehat Berbasis Zero Waste Plus: Jalan Baru Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Transmigrasi Papua Selatan

Upaya meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pertanian berkelanjutan terus digencarkan oleh Universitas Musamus.


Melalui Tim Pengabdian Fakultas Pertanian yang diketuai olen Mani Yusuf, S.P.,M.P dengan anggota Abdul Rizal, S.Pt.,M.P dan Wa Ode Asryanti Wida Malesi, S.P.,M.Sc, menggagas program Inovasi Kebun Sehat Berbasis Zero Waste Plus di Kampung Jaya Makmur, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

Kegiatan ini melibatkan kelompok TKPPEG Mekar Jaya yang diketuai Wagiman, serta mendapat dukungan dari pemerintah kampung setempat yang diwakili Sekretaris Kampung Jaya Makmur.

Program inovasi kebun sehat tersebut mengajarkan masyarakat untuk mengelola lahan secara terpadu dengan menanam berbagai jenis sayuran seperti sawi, bayam, kangkung, dan tomat, serta tanaman rempah-rempah antara lain lengkuas, serai, dan bawang daun. Konsep Zero Waste Plus mendorong pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk alami, sehingga pertanian menjadi lebih ramah lingkungan sekaligus menekan biaya produksi.

Ketua tim pengabdian, Mani Yusuf, menjelaskan bahwa konsep kebun sehat ini tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan keluarga, tetapi juga membuka peluang tambahan pendapatan bagi masyarakat transmigrasi. “Dengan pola tanam beragam dan pengelolaan limbah secara bijak, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sayuran sehari-hari dan menjual hasil panen ke pasarl,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok TKPPEG Mekar Jaya, Wagiman, menyampaikan rasa syukur atas pendampingan yang diberikan oleh tim dosen Unmus. “Kami sangat terbantu dengan ilmu dan praktik lapangan ini. Harapannya, warga bisa mandiri mengelola kebun sehat yang produktif,” ungkapnya.

Program ini juga mendapat dukungan dari pemerintah kampung. Sekretaris Kampung Jaya Makmur menegaskan bahwa kegiatan inovasi kebun sehat akan terus dikembangkan sebagai model percontohan pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayah transmigrasi Papua Selatan.

Melalui inovasi ini, masyarakat diharapkan tidak hanya memperoleh manfaat ekonomi, tetapi juga turut menjaga kelestarian lingkungan dengan prinsip pertanian ramah lingkungan berbasis Zero Waste Plus.