Merauke – Ribuan massa melakukan aksi demonstrasi di Kabupaten Merauke terkait persoalan hilangnya jaringan internet akibat putusnya Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Telkom di wilayah Papua Selatan. Aksi tersebut dimulai sejak pukul 08.00 WIT hingga 16.00 WIT, dengan titik kumpul di Libra, kemudian dilanjutkan dengan long march menuju Kantor Daerah PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Merauke sebagai tujuan utama. (21/08/2025)
- Tersapu Arus Sungai Digoel, Paman dan Keponakan dalam Pencarian.
- TNI Siap Beri Perlindungan dan Trauma Healing Bagi Masyarakat Yang Menjadi Korban Intimidasi Kelompok OPM
- Wapres ke-9 RI Hamzah Haz Meninggal
Baca Juga

Aksi massa dipimpin oleh Andika Andrianus Labobar selaku Jenderal Lapangan, sementara Rizky Pattiasina bertindak sebagai Juru Bicara aksi. Keduanya menegaskan bahwa tuntutan utama masyarakat adalah percepatan pemulihan jaringan internet yang telah mengganggu aktivitas harian, termasuk pendidikan, ekonomi, hingga layanan pemerintahan.
Berdasarkan holding statement Telkomsel pada 20 Agustus 2025, gangguan terjadi sejak 16 Agustus 2025 akibat terputusnya SKKL Sulawesi–Maluku–Papua (SMPCS#2) ruas Sorong–Merauke, sehingga layanan 4G Telkomsel dan IndiHome lumpuh di sejumlah daerah Papua Selatan dan Papua Tengah.
Situasi yang awalnya berjalan kondusif berubah menjadi ricuh. Massa melempari kantor Telkom dengan batu hingga mengakibatkan kaca gedung pecah. Bahkan, nyaris terjadi kebakaran di dalam kantor akibat adanya aksi pembakaran kecil yang cepat dipadamkan aparat keamanan.
Polres Merauke bersama aparat gabungan segera melakukan pengamanan ketat untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Kapolres Merauke, dalam arahannya saat apel pengamanan, menegaskan bahwa aparat tetap mengedepankan langkah persuasif namun tidak segan melakukan tindakan tegas terhadap oknum yang anarkis.
Pihak Telkomsel sebelumnya telah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan menjanjikan bahwa proses perbaikan kabel laut ditargetkan rampung pada pekan pertama September 2025. Selain itu, Telkomsel berkomitmen memberikan kompensasi berupa perpanjangan masa aktif kartu, potongan tagihan IndiHome, serta paket SMS murah bagi pelanggan terdampak.

Aksi demonstrasi ini mencerminkan kekecewaan masyarakat atas ketergantungan internet di Papua Selatan, yang sangat vital bagi komunikasi, pendidikan, kesehatan, serta aktivitas ekonomi. Hingga berita ini diturunkan, kondisi di Kantor Telkom Merauke sudah terkendali, meskipun masih menyisakan kerusakan pada fasilitas gedung. 
- Dinilai Diskriminatif Terhadap Papua, Pengurus HMI Merauke Kecam Pernyataan Mensos Risma
- Danlanud J.A Dimara Memohon Maaf atas Insiden Penganiayaan Yang Dilakukan Oleh Dua Orang Anggotanya Di Merauke
- Hilang Kendali, Pasutri Meninggal Dunia Dalam Kecelakaan di Pelabuhan Jayapura
