Kapolres Boven Digoel Pimpin Apel Pengamanan, Pastikan Kamtibmas Aman Menjelang Malam Pergantian Tahun

Boven Digoel, Papua Selatan – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pada malam pergantian tahun, Polres Boven Digoel menggelar apel kesiapan pengamanan sekaligus pembagian titik pengamanan di wilayah Kota Boven Digoel, Selasa (30/12/2025).


Apel kesiapan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Boven Digoel, AKBP Wisnu Perdana Putra, S.H., S.I.K., C.B.A, dan diikuti oleh para Pejabat Utama (PJU) serta seluruh personel Polres Boven Digoel.

Dalam arahannya, Kapolres menyampaikan bahwa apel dilaksanakan lebih awal untuk memastikan seluruh personel, baik perwira maupun bintara, berada dalam kondisi aman dan siap melaksanakan tugas pengamanan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh rekan-rekan yang telah hadir. Ini merupakan wujud dukungan dan komitmen kita dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Besok kita akan melaksanakan pengamanan malam pergantian tahun dari 2025 menuju 2026,” ujar Kapolres.

Kapolres menegaskan bahwa apel kesiapan ini menunjukkan kesadaran dan tanggung jawab seluruh personel terhadap tugas yang diemban. Ia juga mengingatkan bahwa pada malam pergantian tahun akan dilaksanakan patroli gabungan untuk ketiga kalinya dalam dua minggu terakhir.

“Patroli gabungan ini merupakan bentuk sinergi seluruh stakeholder, baik TNI, Polri, maupun Forkopimda, dalam menjaga situasi kamtibmas serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan tindak pidana,” jelasnya.

Menurut Kapolres, respons masyarakat terhadap pelaksanaan patroli sebelumnya terbilang positif, baik yang disampaikan secara langsung maupun melalui layanan pengaduan 110. Oleh karena itu, patroli skala besar kembali digelar dengan melibatkan seluruh fungsi kepolisian.

Selanjutnya, Kapolres menyampaikan bahwa Kabag Ops akan membacakan pembagian dan ploting personel pengamanan malam tahun baru, mengingat adanya sejumlah agenda dan aktivitas masyarakat yang berlangsung.

Kapolres juga menyampaikan dua arahan penting dari Kapolri. Pertama, seluruh personel diminta untuk mengimbau masyarakat yang merayakan malam tahun baru agar mengawali kegiatan dengan doa bersama sebagai bentuk empati, mengingat beberapa daerah di Indonesia seperti Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh masih dilanda bencana alam.

“Kedua, dilarang menyalakan kembang api secara masif dan besar-besaran. Ini merupakan bentuk empati kita kepada saudara-saudara yang terdampak bencana,” tegas Kapolres.

Ia menambahkan bahwa imbauan tersebut harus disampaikan secara humanis kepada masyarakat. Kapolres juga mengingatkan potensi gangguan kamtibmas seperti aksi ugal-ugalan, mabuk-mabukan, serta penggunaan musik dengan volume tinggi.

Sebagai penutup, Kapolres menegaskan bahwa sesuai dengan kesepakatan dan keputusan Bupati, seluruh agenda keramaian masyarakat dibatasi hingga pukul 00.00 WIT.