Pergantian Tahun di Merauke Digelar Sederhana, Solidaritas Nasional Jadi Alasan

Bupati Merauke Yosef Bladip Gebze saat menyampaikan pernyataan kepada awak media terkait kebijakan pergantian tahun yang digelar secara sederhana.
Bupati Merauke Yosef Bladip Gebze saat menyampaikan pernyataan kepada awak media terkait kebijakan pergantian tahun yang digelar secara sederhana.

Merauke, 31 Desember 2025 – Pemerintah Kabupaten Merauke memutuskan menyelenggarakan malam pergantian Tahun Baru secara sederhana tanpa perayaan hiburan, kembang api, maupun petasan. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk empati dan solidaritas terhadap saudara-saudara sebangsa yang tengah terdampak bencana di wilayah Sumatera.


Bupati Merauke, Yosef Bladip Gebze, menegaskan bahwa pemerintah daerah secara sadar memilih tidak menggelar perayaan meriah, meskipun belum ada larangan resmi terkait penyalaan kembang api dan petasan.

“Pemerintah Kabupaten Merauke secara tegas memilih menyambut pergantian tahun ini dengan cara yang sederhana. Kita ingin menunjukkan empati dan kepedulian kepada saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah bencana di Sumatera. Karena itu, kita tidak mengadakan pesta, tidak euforia, dan memusatkan kegiatan pada doa bersama lintas agama,” tegas Bupati Yosef.

Menurut Bupati Yosef, pergantian tahun tidak harus dirayakan dengan kemeriahan, melainkan dapat dimaknai sebagai momentum refleksi dan kebersamaan nasional di tengah situasi duka yang dialami sebagian wilayah Indonesia.

Pantauan di sejumlah titik di Kota Merauke, salah satunya di kawasan Simpang Tugu Libra, suasana jelang pergantian tahun tampak relatif tenang tanpa persiapan pesta besar.

Sebelumnya, Polres Merauke juga telah mengimbau masyarakat agar tidak menyalakan kembang api dan petasan pada malam pergantian tahun, guna menjaga keamanan dan ketertiban umum.

Melalui doa bersama lintas agama yang digelar, Pemerintah Kabupaten Merauke berharap masyarakat dapat mengawali tahun baru dengan semangat solidaritas, kepedulian sosial, dan persatuan sebagai satu bangsa.