Pakta keamanan yang memberikan akses militer Amerika Serikat menempatkan pasukan di pangkalan militer Papua Nugini perlu diwaspadai Indonesia.
- Firli Bahuri Resmi Lantik 55 Jaksa jadi Penuntut Umum KPK
- Rencana Kunjungan Anis Baswedan di Tanah Papua, Tolak Tegas Oleh Pemuda Adat Tabi-Saireri.
- di New Delhi Menlu Bahas Berbagai Isu Kontemporer, Menandai 30 Tahun Hubungan Asean Dan India
Baca Juga
Hal tersebut disampaikan anggota Komisi I DPR RI fraksi Golkar, Christina Aryani yang khawatir pakta keamanan tersebut bisa memunculkan pusat militer baru.
“Yang berpotensi menjadi sumber konflik dan memperuncing tensi yang ada antara AS dan China,” ujar Christina dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (17/6).
Pada dasarnya, ia memahami Indonesia tidak bisa mencampuri keputusan tersebut karena menyangkut kedaulatan masing-masing negara.
Menurut Christina, Indonesia harus waspada dengan adanya pangkalan militer Papua Nugini. Itu lantaran posisi Indonesia berbatasan langsung, dalam hal ini wilayah Papua.
“Sehingga perkembangan ini patut menjadi dasar kewaspadaan dan mendapat perhatian seksama TNI untuk dapat memantau lebih optimal dampak yang bisa ditimbulkan ke depannya,” demikian Christina.
- Putusan Musda Calon Ketua Demokrat Papua, LE dan RHP Siap Mengikuti Fit And Proper Test Tim 3.
- Tidak Bisa dengan Jilat Kekuasaan, Usul Pemilu Ditunda Bikin PKB-PAN Dibenci Pemilihnya
- Hasil Uji Kelayakan Anggota KPU-Bawaslu Diputus Malam Ini, DPR RI Diingatkan Penuhi 30 Persen Keterwakilan Perempuan
