Pakta keamanan yang memberikan akses militer Amerika Serikat menempatkan pasukan di pangkalan militer Papua Nugini perlu diwaspadai Indonesia.
- Terbuka, Masyarakat Bisa Pelototi Proses Fit and Proper Test Calon Anggota KPU dan Bawaslu di DPR RI
- Munas Golkar Hari Ini Bakal Tetapkan Bahlil Lahadalia Sebagai Ketum Beringin
- Memeriahkan HUT RI Ke 79, Sahabat Paulus Waterpauw Gelar Turnamen Gaplek di 2 Kota
Baca Juga
Hal tersebut disampaikan anggota Komisi I DPR RI fraksi Golkar, Christina Aryani yang khawatir pakta keamanan tersebut bisa memunculkan pusat militer baru.
“Yang berpotensi menjadi sumber konflik dan memperuncing tensi yang ada antara AS dan China,” ujar Christina dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (17/6).
Pada dasarnya, ia memahami Indonesia tidak bisa mencampuri keputusan tersebut karena menyangkut kedaulatan masing-masing negara.
Menurut Christina, Indonesia harus waspada dengan adanya pangkalan militer Papua Nugini. Itu lantaran posisi Indonesia berbatasan langsung, dalam hal ini wilayah Papua.
“Sehingga perkembangan ini patut menjadi dasar kewaspadaan dan mendapat perhatian seksama TNI untuk dapat memantau lebih optimal dampak yang bisa ditimbulkan ke depannya,” demikian Christina.
- Bersinergi Menuju Kemenangan Pemilu 2024, Topik Utama RAKERWIL Partai NasDem Papua
- RUU DOB Papua Disahkan, Polri Bakal Bentuk 3 Polda Baru di Papua
- Pendukung YY di Kampung Mawan Distrik Mandobo, Kompak Mengalihkan Dukungan Kepada Pasangan Hengky-Lexi
