Kontraktor Proyek Gedung Pendidikan Terpadu IAIN Sorong Optimis Capai Target Sesuia Kontrak

Pelaksana pekerjaan PT. TOPS Papua Jaya - CV. Andreana Papua KSO, Johanes Anggawan dan pihak pekerja
Pelaksana pekerjaan PT. TOPS Papua Jaya - CV. Andreana Papua KSO, Johanes Anggawan dan pihak pekerja

Pelaksana pekerjaan PT. TOPS Papua Jaya - CV. Andreana Papua KSO, Johanes Anggawan optimis pekerjaan proyek Pembangunan Gedung Pendidikan Terpadu Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong.


Pekerjaan ini didanai melalui Skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Tahun Anggaran 2025 hingga 31 Desember 2025 mencapai target hingga 80 persen sesuai Surat Kontrak Nomor B-053/In.41/SBSN-FISIK/KU.00.2/08/2025 dapat terpenuhi.

Menurut Johanes Anggawan, ia optimis karena progres proyek Pembanguan Gedung Pendidikan Terpadu IAIN Sorong telah hampir mencapai 80 persen.

Dalam proyek tersebut, Kata dia, turut di oawasi Kejaksaan Negeri Sorong, konsultan pengawas dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

"Kami dalam posisi on progres, sebab selama pekerjaan, kita terus diawasi oleh konsultan pengawas dan tim PPK dari Kampus IAIN Sorong dan turut didampingi pula oleh Tim dari Kejaksaan Negeri Sorong, " kata Johanes Anggawan, Jumat 12 Desember 2025.

Johanes Anggawan mengatakan secara keseluruhan progres akan dilaporkan pada 31 Desember 2025 dan bisa memenuhi target 80 persen sesuai kontrak.

Ia membantah terkait  informasi bahwa progres capaian pekerjaan baru 56 persen, jika dilihat kondisi pekerjaan saat ini sudah mencapai 70 persen dari target 80 persen.

"Itu info tidak benar atau mungkin bisa saja informasi itu hitungannya, 56 persen terhadap 80 persen sesuai kontrak, namun dipikir 56 persen terhadap 100 persen. Jadi kalau hitungan  56 persen terhadap targer 80 persen, maka berarti pekerjaan telah mencapai 70 persen dari target 80 persen, " kata Johanes Anggawan.

Johanes Anggawan menjelaskan setelah  target 80 persen selesai 31 Desember 2025 berdasarkan kontrak maka tahun depan di bulan Januari hingga Maret atau April 2026 akan di lanjutkan pekerjaan 20 persen.

Menurutnya sesuai perencanaan 80 persen bangunan itu, tidak hanya sampai dengan pekerjaan atap. Namun sudah turut masuk pula material  on site yang dibobot.

"Jadi pekerjaan ini ada dua kontrak. Kontrak pertama dengan target 80 persen dan yang kedua target 20 persen, " kata Yohanes Anggawan.

Sementara, PPK IAIN Sorong Rodiah, mengatakan ia sangat bersyukur progres pekerjaan ini mulai mendekati targetnya.

Walau memang sempat pada minggu ke 16 terjadi mines 1,01 pada progres pekerjaan, namun minus itu berhasil ditutupi pada minggu ke 17 kemarin.

"Progres pekerjaan sampai minggu ke 17 ini sisa 12 persen. Saat ini pekerjaan bobot lanskep dan talud sudah mencapai 12 persen. Mudah - mudahan sampai 31 Desember 2025 sudah bisa mencapai 80 persen keseluruhan pekerejan sesuai kontrak, " kata Rodiah.

Ia menjelaskan proyek pembangunan gedung ini ada dua tahap. Dimana tahap pertama target 80 persen dan tahap kedua ditargetkan 20 persen.

"Jadi dalam kontrak disebut progres pekerjaan harus mencapai 80 persen. Namun tidak disebut pekerjaan apa saja. Meski demikian kita upayakan kalau bisa pekerjaan sampai di atap, sehingga saat pekerjaan tahap II para pekerja bisa lebih nyaman. Namun itu tentu saja bukan menjadi patokan sebab yang utama progres pekerjaan harus 80 persen, " kata Rodiah.

Untuk material pekerjaan on site memang sudah mencapai 100 persen. Namun yang bisa dihitung cuma 60 persen, karena belum terpasang.

Ia juga optimis bisa mencapai target pekerjaan Pembanguan Gedung Pendidikan Terpadu IAIN Sorong bisa mencapai target hingga 31 Desember 2025. Namun bila kemudian, tidak tercapai pun, tentu saja ada addendum.

"Ya mudah - mudah bisa selesai sesuai target. Target pekerjaan kan 80 persen, nah tinggal tersisa 12 persen. Kalau pun tidak tercapai, tentu ada sangksinya yakni addendum. Kalau kemarin kami hitung - hitung itu, kalau tidak bisa mencapai target dendanya mencapai 5 jutaan per hari, " kata Rodiah.