Lembaga Bantuan Hukum Gerakan Papua Optimis (LBH Gerimis) mengelar Solosialisasi Penyuluhan Hukum, Kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba di SMA Negeri I Kabupaten Sorong, Jalan Nusantara, Majaran Salawati, Rabu 10 Desember 2025.
- Sebuah Perjalanan Menuju Generasi Emas Mappi: Kerja Sama Pendidikan dengan Yayasan Lokon
- Evaluasi PSU Pilkada 2020 di Boven Digoel: Langkah Kritis Menuju Pilkada 2024
- Launching Unit Pengaduan SOTA, Masyarakat Dapat Menghubungi Nomor 082266195272
Baca Juga
Dalam penyampaian materinya, Iis Sulestiawati menjelaskan Bahan atau zat yang dapat mempengarui kejiwaan atau psikologi seseorang.
Selain itu, kata Advokat LBH Gerimis, serta menimbulkan ketergantungan fisik dan psikologi.

Ia menjelaskan narkotika, yaitu zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik, sitensis maupun semisintesis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.
“ Psikotrapika yaitu zat atau obat, baik alami maupun sintesis bukan narkotik yang beraksiat psikoaktif melalui pengaru slektif pada susunan saraf dan menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku,” ujar Iis Sulestiawati.
Ia menambahkan zat adiktif adalah zat atau bahan selahin Narkotika, Psikotropika yang apabila disalahgunakan dapat menimbulkan ketergantungan dan kerugian baik bagi dirinya dan atau lingkungannya, alkohol, thiner, cat, lem, cafein,nikotin.
Ada beberapa faktor penyebab penyalahgunaan narkoba, menurutnya, salah satu faktor pendorong adalah pengendalian diri lemah, keluarga, gangguan perilaku, pemberontakan, tidak berprestasi di sekolah dan tidak di terima di kelompok berteman dengan pemakai.
“ Faktor individu, meliputi Periode remaja (ingin tahu, coba-coba, ingin diakui oleh teman) dan faktor Lingkungan dikelagan keluarga dan pergaulan” kata dia.
Dampak penyalahgunaan pemakai narkoba, Kata dia, dari segi kesehatan dapat tertular HIV, hepatitis, ovordosis, kematian.
“ Dari segi sosial, sering bertengkar, berbuat kriminal, sementara faktor ekonomi dapat membuat uang atau penghasilan cepat habis dan Pendidikan pemakai bisa saja dikeluarkan dari sekolah lalu dipenjara, direhabilitas,” kata dia.
Ia juga membagi tips bebas dari narkoba, kata dia, Tingkatkan iman dan taqwa. Selain itu siapkan diri dan mental untuk menolak apabila ditawari narkoba
“ Hati-hati dalam memilih teman bergaul, belajar berkata "tidak" apabila ditawarkan dengan alasan yang tepat, kalau fidak mampu segera tinggalkan tempat itu, selain itu tingkatkan prestasi untuk mengejar cita-cita dan keinginan yang lebih mulia dan untuk mengisi waktu luang lakukan keguatan yang positif,” kata Iis Sulestiawati. 
- Satrol Lantamal XI Gelar Latihan VBSS TW I TA 2021
- Merayakan Kearifan Lokal di Festival Budaya Sejuta Rawa Mappi
- Pimpinan Pon-Pes Hidayatullah Apresiasi Kapolres Bangun Masjid di Lingkungan Polres Boven Digoel