Manggelum Nyaris Kosong, Kadistrik Sebut Kepanikan Dipicu Dugaan Aktivitas KKB dan Pembakaran Fasilitas Umum

Kepala Distrik Manggelum Ruben Anggainggom saat mendamping Bupati Boven Digoel pada Konferensi Pers
Kepala Distrik Manggelum Ruben Anggainggom saat mendamping Bupati Boven Digoel pada Konferensi Pers

Boven Digoel, Papua Selatan – Kepala Distrik Manggelum, Ruben Anggainggom, mengungkapkan bahwa gelombang pengungsian warga ke Tanah Merah dipicu oleh informasi mengenai dugaan aktivitas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Distrik Manggelum, serta insiden pembakaran rumah warga dan sejumlah fasilitas umum milik pemerintah.


Pernyataan tersebut disampaikan Ruben saat mendampingi Bupati Boven Digoel, Roni Omba, dalam konferensi pers yang digelar di ruang kerja Bupati Boven Digoel, Jumat (5/6/2026).

Menurut Ruben, sebelum terjadinya pengungsian massal, pemerintah distrik telah menerima informasi pada 31 Mei 2026 terkait dugaan keberadaan kelompok bersenjata di sekitar permukiman warga. Informasi tersebut kemudian memicu kepanikan di tengah masyarakat.

"Sebelum kejadian, kami mendapat informasi terkait dugaan aktivitas KKB yang masuk ke wilayah permukiman masyarakat. Informasi itu membuat warga takut dan panik," ujarnya.

Meski demikian, Ruben menegaskan bahwa berdasarkan informasi yang diterima pemerintah distrik, tidak terdapat ancaman maupun tindakan kekerasan secara langsung terhadap masyarakat kampung. Namun rasa takut yang berkembang di tengah warga membuat mereka memilih meninggalkan kampung demi mencari tempat yang dianggap lebih aman.

Dalam situasi tersebut, warga menyelamatkan diri dengan berbagai cara. Sebagian menggunakan perahu dayung dan longboat, sementara lainnya bahkan berenang untuk keluar dari wilayah kampung.

Namun nahas, dalam proses penyelamatan diri tersebut seorang warga dilaporkan tenggelam. Hingga kini korban masih dalam pencarian dan jenazahnya belum ditemukan.

Kepanikan warga semakin meningkat setelah muncul laporan mengenai pembakaran sejumlah rumah warga dan fasilitas umum milik pemerintah di wilayah tersebut. Peristiwa itu memperkuat kekhawatiran masyarakat hingga memicu gelombang pengungsian ke ibu kota kabupaten.

Akibat kondisi tersebut, ratusan warga Distrik Manggelum telah berdatangan ke Tanah Merah dalam beberapa hari terakhir. Para pengungsi sementara ditampung dan mendapat pelayanan dari Pemerintah Kabupaten Boven Digoel bersama unsur TNI dan Polri.

"Pemerintah daerah merespons dengan cepat. Pengungsi diberikan bantuan transportasi, konsumsi, tempat penampungan sementara, pelayanan kesehatan, hingga trauma healing," kata Ruben.

Ia menambahkan, hingga saat ini masih terdapat ratusan warga lainnya yang berada di Distrik Manggelum dan berkeinginan untuk mengungsi. Mereka masih menunggu proses evakuasi menuju Tanah Merah.

"Sampai sekarang masih ada ratusan masyarakat yang ingin mengungsi dan masih berada di Distrik Manggelum. Mereka sementara menunggu penjemputan," ungkapnya.

Terkait situasi keamanan terkini di Distrik Manggelum, Ruben mengaku pihaknya belum dapat memperoleh gambaran pasti karena sebagian besar masyarakat telah meninggalkan wilayah tersebut.

"Kami belum mengetahui kondisi keamanan saat ini karena tidak ada komunikasi yang bisa dilakukan dengan masyarakat di sana. Distrik saat ini praktis kosong setelah ditinggalkan warga," jelasnya.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak, para pemuda asal Distrik Manggelum telah membentuk Tim Peduli Manggelum dan membuka posko bantuan di Jalan Trans Papua Kilometer 3, belakang Pasar Sentral Tanah Merah.

Melalui posko tersebut, pihaknya berharap pemerintah daerah melalui organisasi perangkat daerah (OPD) dapat memberikan dukungan dan bantuan bagi kebutuhan para pengungsi yang terus berdatangan.

"Kami berharap pemerintah daerah dapat membantu posko yang telah dibentuk sehingga kebutuhan para pengungsi dapat terpenuhi dengan baik," katanya.

Di akhir keterangannya, Ruben menilai kehadiran aparat keamanan di Distrik Manggelum sangat dibutuhkan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dan mendukung pemulihan situasi di wilayah tersebut.

"Menurut saya, keberadaan aparat keamanan sangat diterima dan dibutuhkan masyarakat Manggelum. Kehadiran mereka sangat membantu untuk menjaga keamanan dan memberikan rasa tenang bagi warga," pungkasnya.