Pasca Dugaan Aktivitas KKB di Manggelum, Pemkab Boven Digoel Siagakan Layanan Kemanusiaan

Bupati Boven Digoel Roni Omba, S.IP didamping kepala Distrik Manggelum Ruben Anggainggom saat Konferensi  Pers
Bupati Boven Digoel Roni Omba, S.IP didamping kepala Distrik Manggelum Ruben Anggainggom saat Konferensi Pers

Boven Digoel, Papua Selatan – Bupati Boven Digoel, Roni Omba, S.IP, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Boven Digoel terus memberikan pelayanan dan pendampingan kepada warga Distrik Manggelum yang mengungsi ke Kota Tanah Merah menyusul beredarnya informasi mengenai dugaan aktivitas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dan insiden pembakaran rumah dan fasilitas umum pemerintah di wilayah tersebut.


Hal itu disampaikan Bupati Roni Omba saat menggelar konferensi pers didampingi Kepala Distrik Manggelum, Ruben Anggainggom, di ruang kerjanya, Jumat (5/6/2026).

Bupati menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menerima informasi awal terkait situasi di Distrik Manggelum sejak 31 Mei 2026. Menindaklanjuti laporan tersebut, Pemkab Boven Digoel segera berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) pada 1 Juni 2026 guna mengantisipasi perkembangan situasi.

"Kami sendiri belum mengetahui secara pasti kondisi yang terjadi di lapangan. Namun informasi yang beredar terkait dugaan aktivitas KKB di wilayah Manggelum tentu menjadi perhatian dan kewaspadaan bersama," ujar Roni Omba.

Menurutnya, langkah awal yang dilakukan pemerintah adalah memastikan keselamatan tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah tersebut. Pemerintah juga menerima laporan dari Kepala Distrik Manggelum bahwa sebagian besar masyarakat merasa khawatir dan memilih mengungsi ke ibu kota kabupaten karena beredarnya informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

"Kami menyerahkan penilaian situasi kepada pemerintah distrik karena mereka yang lebih mengetahui kondisi di lapangan. Jika masyarakat merasa terancam dan memilih turun ke kabupaten, maka pemerintah daerah siap membantu semaksimal mungkin," katanya.

Saat ini, para pengungsi yang tiba di Tanah Merah mendapat pelayanan kesehatan, dukungan logistik, serta pendampingan psikososial yang melibatkan pemerintah daerah bersama TNI dan Polri.

"Kami menyediakan transportasi, konsumsi, pemeriksaan kesehatan, hingga trauma healing bagi warga yang mengungsi. Setelah kondisi mereka membaik, tentu akan kami kembalikan kepada keluarga masing-masing," jelasnya.

Bupati juga mengajak seluruh tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama untuk berperan aktif menenangkan warga serta memberikan pemahaman yang benar agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

Terkait peristiwa pembakaran rumah dan sejumlah bangunan pemerintah yang sempat dilaporkan terjadi di wilayah tersebut, Roni Omba menegaskan bahwa pemerintah belum dapat memastikan pihak yang bertanggung jawab.

"Kami belum bisa menyimpulkan bahwa pelakunya berasal dari kelompok tertentu. Informasi yang beredar masih harus diverifikasi secara menyeluruh agar tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru," tegasnya.

Meski demikian, pemerintah daerah memastikan akan mengambil langkah sesuai kewenangan apabila nantinya terbukti terdapat unsur gangguan keamanan dari kelompok tertentu. Sementara untuk fasilitas umum yang mengalami kerusakan, pemerintah berkomitmen melakukan perbaikan maupun pembangunan kembali demi menjamin pelayanan kepada masyarakat.

Pada kesempatan itu, Bupati juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada aparat keamanan apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

"Jika ada hal-hal yang ganjil, segera komunikasikan kepada petugas keamanan. Jangan langsung menyebarkan informasi kepada masyarakat karena sering kali berkembang menjadi isu yang berbeda dan menimbulkan kepanikan," ujarnya.

Menutup keterangannya, Roni Omba mengajak seluruh masyarakat Boven Digoel untuk menjaga persatuan, kedamaian, dan stabilitas keamanan daerah.

"Saya mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tidak mudah menyebarkan informasi yang belum tentu benar. Mari kita dalami terlebih dahulu dan berkoordinasi dengan pihak terkait agar informasi yang disampaikan akurat dan tidak menimbulkan kegaduhan. Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama. Jangan saling menyalahkan, tetapi mari bergandengan tangan menjaga kedamaian di Kabupaten Boven Digoel yang sama-sama kita cintai," pungkasnya.