Bantahan yang disampaikan Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan (LBP), atas tudingan Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti soal keterlibatan dirinya dalam bisnis tambang hingga operasi militer di Papua mendapat respons yang tak kalah keras.
- Bakal Calon Kepala Daerah Wajib Jalani Test Kesehatan Sebagai Syarat Maju Pilkada 2024
- KPU Gelar Rakor Tahapan Kampanye Pilkada 2024 Kabupaten Merauke
- Presidium KAHMI Romo Syafii Hingga Ahmad Doli Kurnia Layak Jadi Menteri Prabowo
Baca Juga
Adalah aktivis Papua, Natalius Pigai, yang mengkritik balik pernyataan Luhut soal sumber daya alam di wilayah tersebut.
Bahkan Pigai meminta Luhut untuk bersumpah tidak pernah berniat mengeruk sumber daya alam di Papua.
"Pak LBP coba sumpah Tuhan Yesus kalau Bapak tidak pernah punya niat ambil SDA (sumber daya alam) Papua (Freeport & Blok Wabu)," kata Pigai melalui akun Twitter @NataliusPigai2, Kamis malam (15/6).
Pigai pun mengingatkan, bahwa Luhut pernah presentasi soal sumber daya alam Papua ini kepada dirinya pada Oktober 2014. Pigai mengklaim, saat itu ada saksi dari pihak dirinya dan pegawai Luhut.
"Ingat, Bapak pernah presentasi soal ini (SDA) ke saya Oktober 2014 di ruang kerja Bapak. Ada saksi dari saya dan orang-orang Bapak," tutur Pigai.
"Jangan anggap kami aktivis bukan Patriotik!" tegasnya.
Saat mengikuti persidangan di PN Jakarta Timur pekan lalu, Luhut mengaku sakit hati dituding terlibat dalam bisnis tambang dan operasi militer di Papua. Termasuk tudingan bahwa pembangunan Jalan Trans Papua adalah untuk kepentingan bisnisnya.
"Tuduhan itu sangat menyakitkan. Gimana saya campuri? Apa garis komandonya? Kalau Menko Polhukam iya. Tapi saya sebagai Marves enggak pernah urus itu lagi. Kalau ada tuduhan itu, itu dicari-cari," kata Luhut di PN Jakarta Timur, Kamis lalu (8/6). 
- Jenderal Andika Perkasa Bolehkan Keturunan PKI jadi Anggota TNI
- DPRP dan KONI Merasa Heran, Kogres Asprov PSSI Papua Jalan Diam-diam Ada Apa ?
- MRP Serahkan Hasil Keterangan Keaslian Orang Papua ke KPU Papua Selatan
