Sekelompok Mahasiswa yang tergabung dalam Beberapa Organisasi Kemahasiswaan antara lain Ketua GMKI Cabang Merauke Elsye Titihalawa, Ketua Presidium PMKRI Cabang Merauke Epifianus Foat, dan Kabid PPD HMI Cabang Merauke Rangga Dana Langit dan Presiden Mahasiswa BEM Universitas Musamus Rizky Pattiasina angkat bicara menyikapi insiden penganiayaan yang dilakukan oleh Personel PM TNI AU kepada pemuda bernama Steven yang merupakan seorang Yatim Piatu dan Penyandang Disabilitas (Tunawicara).
- Kecelakaan Maut Di Jalan Ringroad, Tewaskan 3 Orang, Pengemudi Mobil Suzuki Jadi Tersangka
- Ketua DPD Apresiasi Polres Keerom Yang Sigap Evakuasi Korban Banjir
- Diduga Akibat Arus Pendek, Api Membakar Dua Unit Ruko Pabrik Roti di Padang Bulan
Baca Juga
Hal tersebut disampaikan dalam sebuah konferensi pers yang bertempat di sekretariat PMKRI Cabang Merauke, dan yang dilanjutkan dengan pembacaan pernyataan sikap oleh ketiganya. Selasa (27/7).
Pertama mereka mengecam tindakan tidak humanus yang dilakukan oleh Oknum PM TNI AU kepada masyarakat yang merupakan seorang yatim piatu dan juga penyandang disabilitas (Tuna Wicara).
Kedua mereka meminta agar oknum TNI AU yang melakukan tindakan tersebut dapat dicopot dan dapat diproses dengan setegas-tegasnya sehingga tidak terulang kejadian serupa di masyarakat.
Dan yang ketiga mereka minta agar aparat TNI-Polri dan menghentikan tindakan represif dan arogan kepada masyarakat.
Dan yang keempat mereka meminta agar proses hukum terhadap kedua pelaku kasusnya dilakukan secara transparan kepada publik. 
- Kasus Pembunuhan di PT. APM Bupul Berhasil Diungkap Polres Merauke
- Status Siaga, Gunung Semeru Kembali Muntahkan Awan Panas Guguran Sejauh 5 KM
- Gempa M 5,2 Di Papua Barat, Tidak Berpotensi Tsunami