6 Prajurit TNI Selamatkan Guru dan Warga Saat Kerusuhan di Elelim

Yalimo - Pecahnya kerusuhan yang terjadi di Kampung Elelim, Kabupaten Yalimo diduga terjadi karena adanya ucapan rasis yang dipicu oleh seorang pelajar. Akibat dari peristiwa ini sebanyak 30 kios dan rumah dibakar oleh massa, juga satu bangunan SMA.


Menurut keterangan warga setempat, massa yang tidak terkendali sempat mengepung dan menyerang sebuah bangunan tempat guru dan beberapa masyarakat berlindung menggunakan panah beracun dan lemparan bom molotov yang mengakibatkan beberapa orang mengalami luka bakar serta luka tembak panah.

Dalam situasi yang mencekam ini, 6 prajurit TNI berhasil memberikan pertolongan dengan mengamankan sejumlah guru dan warga yang terjebak di tengah amukan massa dengan tidak bertindak represif, melainkan mengutamakan keselamatan warga Papua yang sedang dalam bahaya. Perlindungan ini akhirnya membuka jalan evakuasi hingga seluruhnya berhasil diselamatkan.

Kepala Distrik Elelim, Lukas Kepno menyampaikan apresiasinya terhadap tindakan prajurit TNI. Menurutnya, tanpa kehadiran aparat, jumlah korban bisa lebih banyak lg.

“Kami menyaksikan sendiri bagaimana prajurit menjaga kami di tengah situasi yang genting. Mereka tidak membalas serangan dengan kekerasan, justru melindungi guru dan warga agar tetap selamat. Itu adalah tindakan yang sangat manusiawi dan patut dihargai,” ujar Lukas.

Apresiasi mendalam juga disampaikan oleh perwakilan guru SD Negeri Elelim, Maria Matuan. “Kami benar-benar ketakutan saat massa mengepung. Panah-panah berterbangan, kaca jendela pecah karena molotov, dan kami tidak tahu harus bagaimana. Saat itu 6 prajurit TNI datang melindungi kami. Mereka berdiri di depan pintu, menenangkan kami, dan akhirnya membawa kami keluar dengan selamat. Kami merasa benar-benar dijaga,” ungkapnya.

Kerusuhan di Elelim membuktikan bahwa isu sara masih menjadi alasan yang sangat mudah sebagai bahan bakar dalam setiap konflik di Papua.