Boven Digoel Raih Penghargaan, Bupati Roni Dorong OPD Terus Genjot Penanganan Stunting

Boven Digoel, Papua Selatan — Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kabupaten Boven Digoel bersama Pemerintah Kabupaten Boven Digoel dan Kementrian BKKBN Provinsi Papua terus memperkuat pelaksanaan program kependudukan dan keluarga berencana di wilayah setempat. Upaya ini mencakup optimalisasi Program Bangga Kencana hingga percepatan penurunan stunting melalui berbagai kolaborasi lintas sektor.


Boven Digoel, Papua Selatan - Program Bangga Kencana menjadi salah satu fokus utama BKKBN Boven Digoel, yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas keluarga, pengelolaan data kependudukan, serta pemberdayaan masyarakat. Selain itu, program penurunan stunting terus digencarkan bersama pemerintah daerah melalui berbagai langkah, termasuk Program Genting (Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting).

Di tingkat kampung, program Kampung KB berjalan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pembangunan terintegrasi. Sementara itu, orientasi Tim Pendamping Keluarga (TPK) juga dilaksanakan oleh BKKBN Provinsi Papua dan Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Boven Digoel guna mempercepat penanganan stunting secara langsung di lapangan.

BKKBN dan Pemerintah Kabupaten Boven Digoel turut menggelar kegiatan penguatan forum komunikasi kelompok kerja Bangga Kencana sebagai langkah memperkuat sinergi antar-OPD dan memastikan kebijakan tepat sasaran.

Bupati Boven Digoel, Roni Omba, S.IP dalam wawancara di ruang kerjanya, Rabu (03/12/25), menyampaikan apresiasi atas capaian kinerja OPD teknis yang telah membawa Kabupaten Boven Digoel meraih penghargaan dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.

“Penanganan stunting sudah dilakukan oleh dinas teknis melalui berbagai penilaian, dan atas kerja keras itu kita menerima penghargaan dari pusat. Kami sangat mengapresiasi kinerja OPD yang telah bekerja maksimal dan ini harus kita pertahankan,” ujarnya.

Bupati menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan pengawalan kasus stunting serta memperhatikan tumbuh kembang anak dan kesejahteraan lansia di wilayah tersebut.

“Ke depan kami akan berkoordinasi lebih erat dengan dinas teknis dan mendorong seluruh OPD untuk memberikan dukungan dan pencerahan kepada orang tua asuh cegah stunting,” tambahnya.