Dosen Unmus Laksanakan Pengabdian untuk Memetakan dan Melestarikan Budaya Masyarakat Adat di Perbatasan Merauke

Tim dosen Universitas Musamus, Hesty Tambajong dan Izak Habel Wayangkau, melaksanakan program pengabdian yang berfokus pada identifikasi potensi budaya masyarakat adat di tiga kampung perbatasan, yaitu Wasur, Rawabiru, dan Yanggandur.



Kawasan ini merupakan wilayah strategis yang menyimpan kekayaan budaya sekaligus menghadapi tantangan besar terhadap keberlanjutannya.

Melalui pengabdian ini, tim dosen melakukan wawancara mendalam serta observasi lapangan untuk memetakan aset budaya tak berwujud, mulai dari tradisi lisan, seni pertunjukan, kerajinan tangan, hingga sistem pengetahuan lokal. Pendokumentasian secara etnografis ini mengungkap unsur budaya yang masih bertahan serta praktik adat yang mulai rentan tergerus modernisasi.

Hesty Tambajong menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai bentuk komitmen akademisi untuk melindungi masyarakat adat di wilayah terluar Indonesia. “Pengabdian ini bukan hanya soal mengumpulkan data, tetapi memastikan masyarakat adat tetap memiliki ruang untuk menjaga identitas budaya mereka sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari potensi yang ada,” ujarnya.

Temuan penting dari kegiatan ini menunjukkan adanya peluang besar dalam pengembangan ekonomi kreatif. Motif ukiran dan anyaman khas yang teridentifikasi dapat diproduksi sebagai kerajinan bernilai tinggi, sementara cerita rakyat dan ritus adat yang berhasil direkam dapat menjadi fondasi pengembangan ekowisata berbasis komunitas.

Izak Habel Wayangkau menekankan bahwa hasil pengabdian ini dapat menjadi rujukan strategis bagi pemerintah dan pemangku kepentingan. “Data ini adalah modal sosial masyarakat. Dengan pengelolaan yang tepat, budaya bukan hanya dirawat, tetapi bisa menggerakkan kesejahteraan,” ujarnya.

Pengabdian dosen Unmus ini menunjukkan bahwa budaya masyarakat adat di perbatasan Merauke merupakan aset hidup yang memiliki nilai sosial dan ekonomi yang besar. Kolaborasi akademisi, pemerintah, dan tokoh adat menjadi kunci untuk memastikan pelestarian budaya berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di garis terdepan Indonesia.