Dua dosen Universitas Musamus Merauke, Hesty Tambajong dan Izak Habel Wayangkau, melakukan penelitian bertajuk “Peran Masyarakat Adat dalam Meningkatkan Pengembangan Sumber Daya Manusia di Wilayah Perbatasan Kabupaten Merauke”. Riset ini dilakukan di tiga kampung perbatasan yaitu Wasur, Yanggandur, dan Rawabiru.
- Lewat CSR Pendidikan, PT GPA Bersama Unmus Jalankan Program Kampus Mengajar
- Kolaborasi Elok Perusahaan Kelapa Sawit, Bantu Tuntaskan Masalah Pendidikan di Pedalaman Papua
- Mengapa Harus Pilih Agrobisnis??
Baca Juga




Penelitian tersebut menyoroti persoalan strategis mengenai kualitas sumber daya manusia di wilayah perbatasan yang selama ini berada dalam tekanan pembangunan, identitas budaya, dan kesetaraan akses pendidikan. Temuan utama menunjukkan belum adanya kontribusi langsung maupun peran aktif tokoh adat atau lembaga adat dalam mendukung peningkatan SDM, khususnya di sektor pendidikan.
Para peneliti menekankan bahwa ketiadaan peran adat bukan berarti ketidakpedulian, melainkan menunjukkan adanya celah kebijakan dan struktur kelembagaan. Program pengembangan SDM yang selama ini berjalan dinilai masih bersifat top-down sehingga belum menyatu dengan sistem sosial budaya masyarakat setempat. Padahal, tokoh dan lembaga adat memiliki otoritas moral, pengetahuan lokal, serta jejaring komunal yang dapat memperkuat keberhasilan pendidikan dan pelatihan.
Minimnya integrasi lembaga adat dalam sistem pendidikan berpotensi menimbulkan dampak serius, antara lain rendahnya partisipasi masyarakat, meningkatnya angka putus sekolah, hingga ketidaksesuaian program pelatihan dengan kebutuhan hidup masyarakat perbatasan. Hal ini dianggap sebagai sinyal kuat bagi pemerintah daerah untuk memperbaiki pendekatan pembangunan SDM.
Penelitian ini merekomendasikan perlunya kebijakan baru yang memberikan ruang legal dan terstruktur bagi lembaga adat untuk berperan dalam:
- Integrasi Kurikulum Lokal, seperti menghadirkan tokoh adat sebagai narasumber kearifan lokal di sekolah.
- Pengawasan Adat, yakni pelibatan lembaga adat dalam menjaga kedisiplinan dan moralitas pelajar.
- Pengembangan Vokasi Berbasis Adat, yang mengaitkan pelatihan keterampilan dengan potensi ekonomi budaya dan alam sekitar.
Melalui temuan ini, para peneliti menegaskan bahwa penguatan peran lembaga adat bukan hanya mempercepat peningkatan kualitas SDM, tetapi juga menjaga ketahanan sosial dan identitas budaya masyarakat perbatasan. Pemerintah daerah diharapkan dapat menjadikan penelitian ini sebagai landasan penyusunan kebijakan yang lebih inklusif dan berkeadilan.
- Izak Morin Dilantik Sebagai Rektor UIP Periode 2022-2026
- PPKM tidak maksimal, Korwil 12 PP GMKI dukung Lockdown
- SMK N 2 Merauke Berbagi Bangunan Kelas Dengan Sekolah Rakyat