JAKARTA – Wakil Ketua Bidang Organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Hendra J Kede, mengungkap tren perubahan usia para Ketua Umum PWI dari masa ke masa. Menurutnya, pada era Orde Lama, Orde Baru, hingga awal era Reformasi, para Ketua Umum PWI umumnya terpilih di usia muda, bahkan banyak yang masih di kepala dua atau tiga.
- Sang Jawara Golkar untuk pilkada papua
- Natalius Pigai: Isi SMS Blast Sudah Sesuai Tupoksi KPK, Tidak Ada Unsur Pribadi
- KPU Papua Selatan Resmi Tutup Pendaftaran Calon Gubernur dan Wakil Gubernur
Baca Juga
“Baru sejak 2018 kita menyaksikan Ketua Umum PWI terpilih di usia kepala enam. Fenomena ini menarik dan patut menjadi bahan refleksi menjelang Kongres PWI akhir Agustus 2025,” ujar Hendra, Rabu (7/8).
Ia menuturkan, sejarah mencatat sejumlah nama besar yang memimpin PWI di usia produktif. Usmar Ismail, misalnya, terpilih saat berusia 26 tahun; T. Sjahril di usia 32 tahun; Mahbub Djunaidi juga pada usia 32 tahun; hingga Harmoko yang menjabat di umur 34 tahun. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa regenerasi dan keberanian memberi ruang kepada generasi muda pernah menjadi ciri khas PWI.
Hendra menilai, tradisi tersebut layak dikaji kembali oleh para pemilik suara dalam kongres mendatang. “Penting bagi kita semua untuk merenungkan: apakah regenerasi masih menjadi bagian dari semangat organisasi kita?” tegasnya.
Ia menambahkan, data yang dikumpulkannya berasal dari berbagai sumber seperti Google, Wikipedia, dan buku sejarah pers Indonesia. “Ini bukan sekadar soal usia, tetapi tentang energi, pembaruan, dan keberlanjutan organisasi,” pungkas Hendra.
- Logo Halal Baru Mirip Gunungan Wayang, Anwar Abbas: Tidak Mencerminkan Nasionalisme
- Tujuh Hari Terhitung Meninggal, Partai Pengusung Harus Segera Berikan Nama Pengganti
- Komnas Perempuan Ingin Calon Anggota KPU dan Bawaslu RI Bebas Kasus Kekerasan Seksual dan Tidak Poligami
