Merauke – Ketua BP3OKP Papua Selatan, Yoseph Yanawo Yolmen, S.Pd., M.Si., MRSC, menegaskan langkah konkret untuk mengatasi putusnya jaringan internet yang berulang di Papua Selatan pada Agustus 2025. Menurutnya, gangguan ini tidak hanya masalah teknis, tetapi juga berdampak pada roda pemerintahan, perekonomian, dan kehidupan masyarakat.
- Kasus Bibi Kelinci dan Bahaya Trial by Social Media
- Pencawapresan Gibran Bertentangan dengan Putusan MK No 141
- Emas Natal
Baca Juga
Sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah, Yolmen segera berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Dirjen terkait langsung memanggil pimpinan Telkom dan Telkomsel untuk rapat darurat. Dari hasil rapat ditetapkan target pemulihan awal September, namun jaringan di Merauke berhasil kembali normal lebih cepat pada 31 Agustus.
Untuk mencegah kejadian serupa, Yolmen mengusulkan empat langkah permanen. Pertama, memperkuat jalur utama kabel laut Sorong–Merauke. Kedua, membuka jalur cadangan dari Tual langsung ke Merauke. Ketiga, menyiapkan opsi satelit sebagai alternatif. Keempat, menghadirkan operator lain seperti Indosat agar ada persaingan sehat dan masyarakat tidak bergantung pada satu penyedia layanan.
Menurutnya, infrastruktur telekomunikasi yang andal sangat penting karena Merauke sebagai wilayah Proyek Strategis Nasional (PSN) membutuhkan dukungan konektivitas digital untuk menopang pembangunan. Meski tidak semua aktivitas bergantung pada internet, keberadaan jaringan yang stabil tetap krusial agar layanan publik, perekonomian, dan aktivitas masyarakat berjalan lancar.
Yolmen menekankan pentingnya sinergi antara BP3OKP, gubernur, bupati, DPR, dan mahasiswa untuk bersama memperjuangkan solusi permanen melalui pertemuan langsung dengan Menteri Kominfo di Jakarta.
“Integritas pemimpin terlihat dari komitmen dan realisasi, bukan sekadar janji. Karena itu kita harus fight bersama agar Papua Selatan mendapat prioritas,” tegasnya.
Di akhir wawancara, Yoseph Yolmen mengingatkan masyarakat agar menyampaikan aspirasi secara damai dan bijak. Menurutnya, kritik harus disertai solusi, bukan sekadar protes. “Masalah selalu ada jalan keluar, bukan dengan emosi, tetapi dengan kedamaian. Itulah budaya kita,” tutupnya.

- Posisi Penting Indonesia Pada Konflik Global dan Kerentanan Kawasan
- OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem
- Jaga Identitas Papua: Pemertahanan Bahasa Marori
