Kualitas Produksi dan Pemasaran Bakso Ikan UMKM Sinai Meningkat, Warga Kampung Urumb Bahagia

Merauke – Peningkatan kualitas produksi dan pemasaran bakso ikan dari UMKM Sinai membawa angin segar bagi masyarakat Kampung Urumb. Melalui pendampingan yang didanai program BIMA 2025, warga setempat kini semakin terbuka dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis produk lokal.


Pendampingan berlangsung pada 23 hingga 26 Agustus 2025 di aula kantor Kampung Urumb. Kegiatan mencakup demonstrasi pembuatan bakso ikan serta pelatihan pemasaran digital. Antusiasme warga terlihat dari keikutsertaan mereka dalam praktik langsung, sekaligus menunjukkan semangat untuk meningkatkan kualitas usaha.

Produk bakso ikan UMKM Sinai kini hadir dengan kemasan lebih variatif. Jika sebelumnya hanya dijual dalam ukuran 1 kilogram, kini tersedia empat pilihan: 250 gram, 500 gram, 750 gram, dan 1 kilogram. Inovasi ini memudahkan konsumen menyesuaikan kebutuhan.

Pemasaran digital melalui Instagram, Facebook, dan WhatsApp juga memberikan dampak positif. Konsumen dapat memesan secara online dan produk diantar langsung melalui kurir. “Cara ini lebih efisien, karena menghemat waktu tanpa harus datang ke lokasi penjualan,” ujar salah seorang konsumen.

Dari sejumlah varian, kemasan 250 gram paling diminati karena praktis untuk sekali makan tanpa perlu penyimpanan. Sementara varian 1 kilogram juga digemari karena bisa disimpan hingga sebulan di freezer, sehingga lebih hemat dan tahan lama.

Dengan adanya pendampingan ini, UMKM Sinai tak hanya meningkatkan kualitas produksi tetapi juga memperluas jangkauan pemasaran. Harapannya, UMKM Sinai mampu mempertahankan mutu produk sekaligus menjaga kepercayaan konsumen di masa mendatang.