Kunjungan IFSIV di Boven Digoel, Wabup Marlinus Soroti Stunting dan Air Bersih

Wakil Bupati Boven Digoel Drs. Marlinus Menyambut Rombongan Kemendes PDT RI
Wakil Bupati Boven Digoel Drs. Marlinus Menyambut Rombongan Kemendes PDT RI

Boven Digoel, Papua Selatan – Wakil Bupati Boven Digoel, Drs. Marlinus, mewakili Bupati, menyambut kunjungan lapangan Program Indonesia Food Systems and Infrastructure for Villages in Disadvantaged Areas (IFSIV) yang dilaksanakan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal bersama International Fund for Agricultural Development (IFAD), Selasa (5/5/2026). di Balai Kampung Sokanggo Distrik Mandobo


Kegiatan yang berlangsung di Kampung Sokanggo, Distrik Mandobo ini menjadi bagian dari agenda penguatan sistem pangan dan infrastruktur di daerah tertinggal.

Dalam sambutannya, Marlinus menegaskan pentingnya keberlanjutan program agar tidak berhenti pada tahap perencanaan.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya sebatas diskusi, tetapi dilanjutkan dengan intervensi nyata melalui program, anggaran, dan pendampingan bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, persoalan stunting masih menjadi tantangan serius di Kabupaten Boven Digoel. Berdasarkan data tahun 2025, prevalensi stunting mencapai 20,5 persen atau sebanyak 661 anak, angka tersebut masih berada di atas target nasional sebesar 14,2 persen pada 2029.

Pemerintah daerah, kata dia, telah melakukan berbagai upaya melalui kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), mulai dari pemberian makanan tambahan, intervensi gizi bagi ibu hamil dan balita, hingga program ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Selain stunting, keterbatasan akses air bersih juga menjadi persoalan mendasar, terutama di wilayah terpencil yang masih bergantung pada air sungai dan air hujan.

Di sisi lain, Marlinus memaparkan potensi besar yang dimiliki Boven Digoel, seperti sagu, perikanan air tawar, jagung, kakao, kopi, hingga komoditas hortikultura. Namun, ia mengakui pengelolaannya belum optimal dan masih membutuhkan dukungan program yang terintegrasi.

“Kabupaten Boven Digoel memiliki potensi besar, tetapi belum dikembangkan secara maksimal. Kami berharap melalui program IFSIV ini, potensi tersebut bisa dioptimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Kunjungan lapangan ini dilaksanakan pada 5–6 Mei 2026 dan mencakup beberapa kampung lokasi program, di antaranya Sokanggo, Ogenetan, Osso, dan Woropko.

Pemerintah Kabupaten Boven Digoel berharap sinergi antara pemerintah pusat dan IFAD dapat terus diperkuat, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan, penyediaan air bersih, serta pengentasan kemiskinan di wilayah perbatasan.