Mappi - Pendidikan di Papua sebagian besar sampai saat ini masih terus dihadapkan dengan tantangan besar seperti kondisi geografis dan infrastruktur yang sulit, kekurangan guru, fasilitas minim dan kesenjangan budaya dengan kurikulum nasional.
- Antusiasme Masyarakat Merauke Meriahkan RRI Fest 2025
- Alasan Administrasi, Hanya SPPG Mitra Putri Papua Selatan Yang Berhenti Sementara di Merauke
- Meriahkan HUT Kota Merauke ke 123, Pemkab Adakan Pawai Budaya Nusantara
Baca Juga
Hal ini juga dirasakan oleh para murid yang bersekolah di SD Negeri Nohon, Cabang Tiga, Kampung Passue, Kabupaten Mappi. Berdiri di wilayah yang hampir seluruhnya dikelilingi rawa dan sungai, mengakibatkan tidak adanya akses jalan darat yang dapat menghubungkan rumah ke sekolah.
Setiap harinya, anak-anak harus berangkat menggunakan perahu atau kapal ketinting kecil, menyusuri sungai yang tenang namun kerap berubah oleh cuaca dan pasang air membuat perjalanan menuju sekolah bagi mereka bukan lagi rutinitas biasa, melainkan perjuangan yang harus dihadapi sejak usia dini. Dimulai dengan cerita yang sama, beberapa anak datang dengan pakaian sekolah yang masih basah, sebagian lainnya kelelahan setelah menempuh perjalanan air yang cukup jauh.
Meski kondisi sekolah terlihat sangat sederhana dengan fasilitas terbatas, semangat mereka untuk belajar tidak pernah benar-benar padam. Di ruang kelas yang apa adanya, harapan tetap tumbuh perlahan.
Dalam kondisi inilah, prajurit Batalyon Infanteri Teretorial Pembangunan (TP) Yonif 819/Powir Indoqko Bayane Paere, merupakan satuan TNI Angkatan Darat yang diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk fokus pada pembangunan teretorial diwilayah pertahanan mendatangi SD Negeri Nohon, membawa perhatian yang jarang diterima oleh anak-anak disana dengan menyusuri sungai dan rawa menggunakan speedboat.
Kedatangan prajurit menjadi pemandangan yang tidak biasa bagi anak-anak, namun langsung disambut dengan rasa ingin tahu dan senyum sederhana. Prajurit Yonif TP 819 membagikan makan siang gratis kepada seluruh siswa yang berasal dari hasil kebun dan peternakan Yonif TP 819 sendiri, sebagai upaya sederhana namun nyata untuk membantu pemenuhan gizi siswa.
Bagi anak-anak yang setiap hari harus melewati medan yang sulit untuk sampai kesekolah, makan bergizi menjadi kebutuhan penting agar mereka mampu mengikuti pelajaran dengan baik. Apalagi saat ini sekolah belum menerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah. Selain makan siang, prajurit juga menyerahkan bantuan buku pelajaran dan alat tulis sekolah.
Turut hadir dalam kunjungan ini Komandan Batalyon Infanteri TP 819, Letkol Inf Alfredi Rumanjaya dengan melihat langsung perjuangan anak-anak menuju sekolah. Ini yang menjadi alasan kuat bagi prajurit untuk hadir dan berbagi.
“Anak-anak di sini harus melewati sungai dan rawa setiap hari untuk belajar. Itu bukan hal yang mudah. Kehadiran kami diharapkan bisa memberi sedikit bantuan dan semangat, agar mereka tetap sehat dan terus bersekolah ditengah keterbatasan sarana pendidikan. Buku dan alat tulis itu bukan sekadar perlengkapan belajar, tetapi dukungan moral yang membuat anak-anak merasa diperhatikan dan tidak dilupakan,” ujar Letkol Inf Alfredi Rumanjaya.
Dalam kegiatan ini juga, prajurit Yonif TP 819 memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan diri. Nilai-nilai nasionalisme dan cinta tanah air juga disampaikan secara sederhana, melalui dialog dan pendekatan yang mudah dipahami oleh anak-anak.
Di wilayah yang aksesnya terbatas dan jauh dari pusat perhatian, kehadiran Yonif TP 819 menjadi salah satu pengingat bahwa negara masih ada dan hadir. Tidak dengan janji besar, tetapi melalui langkah-langkah nyata dengan menyusuri sungai, berbagi makan, dan menemani anak-anak Papua Selatan agar tetap memiliki alasan untuk datang ke sekolah dan merawat harapan akan masa depan.
Menjadi harapan kehadiran Pemerintah dapat memberikan akses pembangunan yang merata khususnya didaerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) dengan membuat infrastruktur jembatan agar dapat dilewati menggunakan akses jalan darat. 
- Ketua KPUD: Hasil Seleksi PPD Boven Digoel Segera Diumumkan
- Kembali Putus Sebelum Jadwal Resmi, Telkom Sampaikan Ada Ruas Baru Yang Bermasalah
- Rapat Pleno Kabupaten Boven Digoel, Asisten I : Harap situasi tetap aman terkendali