Merauke, 19 Agustus 2025- Puluhan para pekerja online atau yang biasa disebut ojek online dan kurir online melakukan aksi demo dengan mendatangi Kantor PT Telkom dan Kantor Bupati Kabupaten Merauke untuk menyampaikan aspirasinya.
- Bhayangkari Polres Boven Digoel Laksanakan Bakti Sosial dalam Rangka HKGB ke-72
- Pj Bupati Mappi Luncurkan Kampanye Sosial "Suara Anda, Suara Demokrasi"
- Taman Mappi Bangkit: Menghubungkan Komunitas dengan Ruang Terbuka
Baca Juga
Aksi demo ini dikarenakan kembali putusnya jaringan internet yang kembali terjadi. Diketahui bahwa putusnya jaringan internet di Merauke sendiri sudah terjadi mulai dari tahun 2018 dan terus berulang sampai 2025.
Nandang Hidayat Rumatang selaku Officer PT. Telkom Merauke yang menerima para pendemo ini menjelaskan bahwa gangguan kabel optik terjadi dijarak 287km dari Merauke dengan kedalaman 58m. Saat ini PT Telkom tengah mengupayakan backup-an jalur satelit, namun dikarenakan kapasitas satelit tidak sebesar kapasitas kabel optik sehingga layanan jaringan tidak bisa maksimal.
Tepatnya hari ini, kapal yang membawa teknisi dan peralatan sudah mulai berlayar menuju ke dua titik gangguan yaitu ruas Merauke-Sorong dan Sorong-Fak Fak. Estimasi layanan pun diperkirakan akan kembali normal pada 5 September 2025, namun setelah dua minggu kemudian akan dilanjutkan dengan perbaikan titik ruas Sorong-Fak Fak sehingga tetap akan menurunkan kapasitas jaringan di Merauke.
Nandang mengatakan bahwa sebenarnya untuk jaringan internet Merauke sendiri sudah terbackup dengan ring palapa timur. Namun untuk kabel optiknya sendiri masih menggunakan satu kabel atau satu kaki saja, sedangkan kaki keduanya belum digunakan yaitu ruas dari Tual dan sampai saat ini belum ada informasi lanjutan.
Terkait alasan selalu adanya gangguan jaringan tiap tahunnya di Merauke, Nandang memberikan keterangan bahwa penyebab paling sering terjadi yaitu diakibatkan karena terkena jangkar kapal.
"Setahu saya itu memang kebanyakan jangkar-jangkar nelayan sama jaring. Saya sempat lihat juga hasil investigasinya memang ada jangkar dan jaring yang terlilit di kabel dan itu ketika ditarik dengan paksa bisa menyebabkan sobek atau kena gesekan seperti itu," ungkapnya.
Diwaktu yang sama Matsalim Yamawi Mahuze selaku koordinator aksi demo menuntut pihak PT Telkom untuk segera menyelesaikan permasalahan ini, pasalnya dari tahun ke tahun gangguan jaringan ini selalu terjadi dengan alasan yang sama.
"Jawaban yang selalu kita dengar itu akan dilakukan jalur backup Merauke-Tual. Tapi kok seperti tidak ada realisasinya, seperti tidak belajar dari kesalahan. Kami rakyat kecil yang mata pencariannya bergantung pada jaringan selalu jadi korban," tegasnya. 
- Kantor KSOP Merauke Berikan Tali Asih Bagi Masyarakat Sekitar Pelabuhan
- Lakukan Pelestarian Lingkungan dan Pengembangan Masyarakat, PT BIA Gelar Konsultasi Publik BIAN Project
- Anggota MRPS Katerina Yaas Soroti Pelayanan Susi Air di Papua Selatan