- Kasus Bibi Kelinci dan Bahaya Trial by Social Media
- Pasal 33 KUHP Baru: Mengapa Aparat Tidak Boleh Mendahului Hakim
- Wartawan Sejati, Tidak Ikut Bingung dengan Hingar Bingar Politik
Baca Juga
Dalam konteks pertarungan pilkada serentak 2024 tentu akan jauh lebih sengit dan mengalami titik kulminasi. Alasanya karena agendanya berhimpitan dengan kontestasi pileg dan pilpres, ada prakondisi polarisasi yang begitu tajam saat ini yang sesungguhnya telah terbentuk dan akan menguat di pilkada nanti.
Pilkada 2024 dengan mengusung tema Lamberthus jitmau sebagai cagub provinsi papua barat dalam pertarungan perebutan kekuasaan kepala daerah. Tentu dari volume isu, pertarungan, dan liputan medianya begitu masif seperti layaknya pemilu presiden.
Pola-pola masifnya isu berdaya ledak tinggi yang terjadi di beberapa media online dan cetak menempatkan Lamberthus Jitmau sebagai kandidat terkuat dan terkemuka di papua barat yang direkomendasikan oleh Airlangga Hartarto untuk memperkuat kemenangan dan mempengaruhi konstituen di tingkat basis.
Kampanye, isu politik dan propaganda mengatasnamakan Lamberthus Jitmau mulai bertebaran hampir disetiap wilayah. Tentu kondisi kekinian politik kita masyarakat harus lebih cerdas dalam menyuarakan pilihan terbaik mereka untuk 5 tahun kedepan.
Elektabilitas Lamberthus Jitmau tergolong tinggi lantaran sudah 2 kali mengikuti kompetisi walikota dan memenangkan pertarungan. Hal itu juga bisa saja menjadi sebuah pertanda bahwa masyarakat masih mengharapkan sosok kepemimpinan Lamberthus Jitmau untuk dapat mewujudkan visi dan misinya sebagai Gubernur di pemilu 2024 yang akan datang. Harapan masyarakat seolah tak pupus karena mereka mengharapkan adanya pemimpin yang melayani dengan penuh kasih dan berbuat yang terbaik untuk kemajuan daerah.
Penulis bernama Ismail Munadi Sangadji, SP, M.Si, yang saat ini aktif berkegiatan sebagai Fungsionaris DPD Partai Golkar Kota Sorong
- Mengapa Penjahat Bisa Bebas? Rahasia di Balik Mantra "Prosedur Adalah Panglima"
- Masyarakat Pinggiran Kota Merauke Ditengah Himpitan Ekonomi dan Pandemi
- Mengarungi Samudra Formalisme: Tantangan Baru Penyidik Polri di Era Reformasi Hukum Acara