Terjadi penganiyaan yang berujung maut dialami oleh seorang pria yang diketahui berinisial D umur 19 tahun, Jumat (21/8) pukul 16.00 WIT.
- Kapolres Merauke Untung Sangadji Tegaskan Tidak Akan Ada Toleransi Bagi Para Kriminal
- Data BNN, Di Seluruh Indonesia Ada 8.691 Titik Rawan Narkoba
- Puluhan Pengendara Kembali Terjaring Dalam Razia di Kota Jayapura
Baca Juga
Kanit Opsnal, Aipda Risal saat ditemui sejumlah wartawan menjelaskan bahwa, korban tersebut dipukul oleh sorang pria berinisial YY umur 26 tahun dengan menggunakan balok hingga berdarah tepat di Depan SD Budi Mulia, Jalan Aru, Merauke, Papua.
Korban yang juga bekerja sebagai TKBM ini, sempat dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL), namun sayang tidak dapat tertolong dan meninggal dunia.
Diketahui motif kejadian tersebut bermula akibat salah paham antara korban dan pelaku. Korban menuduh pelaku berbuat serong atau berselingkuh dengan pacarnya korban.
Setelah menerima aduan dari masyarakat pada, Jumat (21/8) sekitar pukul 20.00 WIT, tim Opsnal Sat Reskrim Polres Merauke yang dipimpin oleh Kanit Opsnal, Aipda Risal berhasil melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku.
"Pelaku ditangkap tanpa perlawanan tepat di depan Toko Sodara, Jalan Raya Mandala dan langsung dibawa ke Polres Merauke untuk diamankan," jelas Aipda Risal kepada wartawan, Sabtu (22/8).
Akibat perbuatannya, terduga pelaku disangkakan Pasal Primer 338 KUHP dan Subsidier 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.
- Era Baru Pemberantasan Korupsi: Kepastian Hukum dan Penghormatan HAM
- Usai Jalani Pemeriksaan 2 Jam, KPK Bawa Lukas Enembe ke RSPAD
- 5 Kendaraan Hasil Curanmor Berhasil di Amankan Masyarakat Boleh Langsung Mengecek ke Polres Merauke