Terjadi penganiyaan yang berujung maut dialami oleh seorang pria yang diketahui berinisial D umur 19 tahun, Jumat (21/8) pukul 16.00 WIT.
- Kapolres Boven Digoel Pimpin Apel Gabungan Pengamanan Nataru "Lilin Cartenz 2023"
- KNPI: Kalau Rasisme Tak Dihentikan, Bisa Bahaya
- Amankan Perintah Panglima, Dandim Boven Digoel Berikan Penekanan ke Personil Makodim 1711/BVD
Baca Juga
Kanit Opsnal, Aipda Risal saat ditemui sejumlah wartawan menjelaskan bahwa, korban tersebut dipukul oleh sorang pria berinisial YY umur 26 tahun dengan menggunakan balok hingga berdarah tepat di Depan SD Budi Mulia, Jalan Aru, Merauke, Papua.
Korban yang juga bekerja sebagai TKBM ini, sempat dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL), namun sayang tidak dapat tertolong dan meninggal dunia.
Diketahui motif kejadian tersebut bermula akibat salah paham antara korban dan pelaku. Korban menuduh pelaku berbuat serong atau berselingkuh dengan pacarnya korban.
Setelah menerima aduan dari masyarakat pada, Jumat (21/8) sekitar pukul 20.00 WIT, tim Opsnal Sat Reskrim Polres Merauke yang dipimpin oleh Kanit Opsnal, Aipda Risal berhasil melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku.
"Pelaku ditangkap tanpa perlawanan tepat di depan Toko Sodara, Jalan Raya Mandala dan langsung dibawa ke Polres Merauke untuk diamankan," jelas Aipda Risal kepada wartawan, Sabtu (22/8).
Akibat perbuatannya, terduga pelaku disangkakan Pasal Primer 338 KUHP dan Subsidier 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.
- Karantina Papua Selatan Gagalkan Penyelundupan 15 Ekor Anakan Kura-Kura Moncong Babi
- Pemilik Akun FB Tatacine Werre Yang Hina Instansi TNI Polri Akhirnya Minta dan Akui Kesalahannya
- Rasisme Pigai, Apakah Hukum Akan Tajam Ke Bawah Lucu Ke Atas?