Ribuan buruh dari berbagai aliansi mulai memadati kawasan patung kuda Arjuna Wiwaha, Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, pada Senin siang (1/5). Para buruh ini datang untuk memperingati Hari Buruh Internasional alias May Day.
- DPR Papua Temui Para Demonstran Tolak DOB Yang Berjalan Aman Dan Lancar
- Filep Wamafma Berharap Pemerintah Mampu Deteksi Dini Gangguan Keamanan
- Begini Mekanisme Pengajuan Sengketa Hasil Pilkada
Baca Juga
Presiden Partai Buruh, Said Iqbal mengatakan, peringatan May Day juga dilakukan serentak di berbagai kota di seluruh Indonesia.
Dalam aksi ini Partai Buruh mengusung enam tuntutan. Yaitu cabut Omnibus Law UU No 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, Cabut Parliamentary Threshold 4 persen dan Presidential Threshold 20 persen, Reforma Agraria dan Kedaulatan Pangan.
Selanjutnya, segera Sahkan RUU PPRT dan tolak HOSTUM (Hapus OutSourcing, Tolak Upah
Murah), Tolak RUU Kesehatan, dan Pilih Capres 2024 yang Pro Buruh dan Kelas Pekerja.
"Outsourcing adalah sistem kerja seperti layaknya perbudakan modern. Sedangkan upah murah menyebabkan kemiskinan terstruktur dan sistematis," tegas Said Iqbal.
Khusus di Jakarta, setelah melakukan aksi di Istana Negara dan Mahkamah Konstitusi (MK), para buruh akan mengikuti May Day Fiesta di Istora Senayan.
- KPU: 120 Hari Masa Kampanye Pemilu 2024 Mengacu Waktu Proses Sengketa Pencalonan dan Pengadaan Logistik Pemilihan
- KPU Papua Selatan Resmi Tetapkan Yusak Yaluwo Sebagai Cawagub Nomor Urut 1
- Hindari Perpecahan, MPI DPP KNPI dan OKP Rapat Menuju Kongres Hindari Perpecahan
