Laskar Pemuda Merah Putih Bersatu Provinsi Papua menyatakan mendukung penuh Langkah-langkah yang ditempuh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa dugaan korupsi Gubernur Papua Lukas Enembe.
- Kasus Pembunuhan di PT. APM Bupul Berhasil Diungkap Polres Merauke
- Pelantikan Ketua IAI Papua Selatan 2023-2026 dan FGD Membuka Wawasan Kesehatan Papua Selatan
- Laka Lantas Karena Proyek Jalan Trans Papua, Satker PJN II Merauke Belum Dapat Dikonfirmasi
Baca Juga
Dukungan itu disampaikan Ketua Umum Laskar Pemuda Merah Putih Bersatu Provinsi Papua, Rudi Samori di Jayapura, Rabu (3/11).
“Kami merespon positif apa yang sudah dilakukan oleh KPK. Itu yang kami harapkan. Para pemimpin di Republik ini tidak ada yang kebal hukum,” kata Rudi.
Diketahui, Tim Penyidik KPK dan tim dokter independent dari Ikatan okter Indonesia (IDI), pada Kamis, (3/11/2022) mendatangi rumah kediaman Gubernur Papua Lukas Enembe di Koya Tengah, Kota Jayapura.
Menurut Kuasa Hukum Lukas Enembe, tim penyidik KPK telah memeriksa Lukas, namun pemeriksaan belum bisa dilanjutkan karena Lukas sedang dalam kondisi sakit.
Rudi mengatakan, kehadiran tim dari Lembaga antirasuah di rumah kediaman Lukas Enembe itu merupakah suatu langkah maju yang patut diapresiasi. Menurut ayah tiga anak ini, setidaknya telah terbuka ruang menuju penyelesaian kasus dugaan korupsi yang menjerat Lukas.
Ruang itu, lanjut Rudi, seakan buntu selama beberapa pekan terakhir lantaran Lukas dan kelompok pendukungnya cenderung berkelit dengan berbagai dalih. Seperti tuntutan agar Lukas diperiksa di lapangan terbuka, Lukas yang tiba-tiba dikukuhkan sebagai kepala suku besar orang Papua sehingga pemeriksaan Lukas harus menggunakan hukum adat, serta rumah kediaman Lukas yang hingga kini masih dijaga ketat oleh massa pendukungnya lengkap dengan senjata tradisional seperti kampak, tombak, dan panah.
Rudi pun berharap, dengan perkembangan sikap Lukas yang mulai koperatif itu, kelompok massa pendukung Lukas dapat segera membubarkan diri dan tidak menghalang-halangi KPK melaksanakan tugas konstitusionalnya.
“Keluarga dan simpatisan Bapa Lukas yang sudah beberapa bulan berkumpul di kediaman Pak Lukas, memang beberapa waktu lalu betul-betul mau menghalang-halangi pemeriksaan Pak Lukas. Tapi saya percaya, mereka telah mengerti dan mereka paham, kalau hari ini Pak Lukas telah membuka diri untuk diperiksa,” kata Rudi.
Rudi juga meminta agar Pak Lukas selaku Pimpinan, harus berani, harus gentlemen menghadapi pemeriksaan KPK.
- Batik Air Di Minta Jalankan Rekomendasi KNKT Soal Pilot Tertidur
- Turut Prihatin Atas Musibah Banjir Kota Jayapura, Ini Bentuk Kepedulian Darwis Massi
- Nagita 61 Detik, Gorengan Deepfake