Menjelang bulan ramadhan suci Ramadhan 1447 Hijriah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Papua Barat Daya dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sorong mempertanyakan kinerja Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat Daya dalam menindak tegas perjudian Toto Gelap (Togel) dan Minuman Keras (Miras) di wilayah hukumnya.
- JMSI Papua Apresiasi Putusan MK, Kebebasan Pers Papua Masih Rentan
- Positif Narkoba, Sekretaris KPU Sorsel Ditangkap Polda Papua Barat
- Menko Polhukam Minta Polri Tindak Tegas Pendeta Saifuddin Ibrahim yang Minta 300 Ayat Al Quran Dihapus
Baca Juga
Walaupun Kapolda Papua Barat Daya, Brigjen Pol Gatot Haribowo sudah pernah menginstruksikan Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua Barat Daya untuk segera menertibkan seluruh aktivitas judi togel di wilayah hukumnya namun praktik judi itu masih marak di Papua Barat Daya.
Menurut, Ketua DMI Papua Barat Daya, H. Kisman Rahayaan mengatakan sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat di Papua Barat Daya, telah menyampaikan seruan untuk menutup segala bentuk permainan judi termasuk Togel dan Minuman Keras sayangnya hingga saat ini seruan itu tidak di hiraukan.
Kisman Rahayaan menambahkan pada saat silaturahmi tokoh agama, pimpinan organisasi masyarakat beserta Polda Papua Barat Daya pada Sabtu, 14 Februari 2026 lalu sudah menyampaikan untuk menindak dan berantas penyakit masyarakat.
Ini menjadi pertanyaan apabila aktifitas perjudian ini terus berjalan. Menurutnya tentu menimbulkan pertanyaan kinerja aparat penegak hukum dalam menjalankan tugasnya memberantas penyakit masyarakat.
Ia menceritakan saat masih bertugas di pemerintah daerah. Ketika itu, pihaknya menindak tegas bandar togel di kota sorong, tepatnya di wilayah Rufei.
Setelah menerima masukan dari masyarakat, dan dalam satu kali operasi masalah tersebut bisa diselesaikan.
“Saya punya pengalaman pernah menerima pesan singkat menjelang bulan puasa yang menanyakan mengapa togel masih beroperasi. Keesokan harinya saya berkoordinasi dengan Wakil Wali Kota saat itu, Bapak Hengky Rubiak. Kami langsung melakukan tindakan tegas dan praktik tersebut berhenti. Pertanyaannya, mengapa sekarang dengan jumlah aparat yang lebih banyak, praktik togel justru semakin marak,” kata Kisman Rahayaan, Senin, 17 Februari 2026.
Sementara itu Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Sorong, Abdul Manan Fakaubun mengakui saat pertemuan bersama tokoh agama, tokoh adat dan Polda Papua Barat Daya, pihaknya menyampaikan sejumlah masukan, khususnya menjelang bulan suci Ramadan.
Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Sorong, Abdul Manan Fakaubun.
Para tokoh berharap agar praktik seperti judi togel dan peredaran minuman keras segera ditertibkan, karena dapat menimbulkan dampak negatif yang tidak kita inginkan.
“Kami harap aparat keamanan mengambil langkah tegas. Judi, termasuk Togel, dalam ajaran agama jelas dilarang. Demikian pula minuman keras, yang juga diharamkan. Larangan ini bukan hanya dalam agama Islam, tetapi seluruh agama melarang praktik-praktik yang merusak seperti itu,” kata Manan Fakaubun.
Aktifitas perjudian ini, Kata Ketua MUI, merupakan penyakit masyarakat yang harus menjadi perhatian bersama, bukan hanya pihak kepolisian dan Intelkam, tetapi juga pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Kota Sorong.
“Kami berharap ini tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam tindakan nyata demi menjaga situasi Kota Sorong tetap aman dan kondusif,” kata Manan Fakaubun.
Sebelumnya, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Barat Daya, Brigjen Pol Gatot Haribowo menegaskan menindak seluruh aktivitas perjudian toto gelap (Togel) dan minuman keras tidak perlu menunggu bulan suci ramadhan.
Namun, Kata Kapolda Papua Barat Daya, segala sesuatu yang berkaitan dengan hal-hal yang maksiat perlu di hindari.
" Sebenarnya, tidak harus saat menjelang bulan Ramadhan, namun segala sesuatu yang bersentuhan dengan hal-hal yang maksiat, sebaiknya perlu dihindari dan ditiadakan," kata Kapolda, Rabu 11 Februari 2026.
Untuk itu, Kapolda menghimbau kepada semua instansi dan stakeholder agar bersama-sama untuk berantas segala bentuk kemaksiatan.
" Saya menghimbau semua instansi maupun stake holder terkait bisa bekerja sama mengambil langkah-langka konkrit secara optimal untuk meniadakan segala bentuk kemaksiatan," kata Kapolda.
Kapolda juga menegaskan kepada seluruh personil Polda Papua Barat Daya untuk menindaklanjuti intruksi atau perintahnya.
" Untuk personil Polda Papua Barat Daya dan Jajaran untuk bisa menindak lanjuti perintah saya," tegas Kapolda.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Barat Daya, Kompol Anis DJ menambahkan untuk aktivitas togel offline akan di presure oleh Polri.
" Untuk togel offline, silahkan teman-teman media munculkan agar jadi bahan triger utk di presure ke pihak Polri," kata Kabid Humas.
Sedangkan untuk miras non oplosan selama bulan ramadhan ini merupakan domain pemerintah daerah untuk ambil kebijakan menertibkan penjual miras.
" Untuk miras non oplosan selama bulan ramadhan, ini domain pemda untuk ambil kebijakan, apakah seluruh tempat hiburan yang menjual miras di tutup sementara atau tidak," kata dia.
Ia menegaskan aktivitas judi offline itu merupakan suatu tindak pidana dan peredaran miras di atur oleh perda.
" Pada prinsipnya judi offline adalah tindak pidana untuk miras kemungkinan ada perdanya, Penegakan perda oleh satpol PP dan bisa minta backup dari Polri," kata Anis DJ. 
- Polres Boven Digoel Serahkan Tersangka Tipikor Dana Kunker ke Kejari Merauke
- Pelaku Jambret di Al Jihad Mengaku 12 Kali Beraksi di Kota Sorong
- Dua Pelaku Penyalahgunaan Sabu Di Sentani Berhasil di Bekuk Polisi