Aparat penegak hukum (APH) kembali di soroti terkait maraknya peredaan judi Toto Gelap (Togel) di Kota maupun kabupaten Sorong.
- Tersangka Pencabulan Anak Dibawah Umur di limpahkan Ke JPU Dengan Ancaman Penjara 15 Tahun
- Terjadi Kericuhan Di Lapas Kelas IIB Merauke, Dua Narapidana Tewas Mengenaskan
- Kapolresta Sorong Kota Periksa Ponsel Personil Cegah Judi Online
Baca Juga
Setelah disoroti oleh tokoh agama, kini kembali di pertanyakan kinerja APH dalam penanganan Judi Togel dari Tokoh Masyarakat.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Investasi Negara (LIN) Provinsi Papua Barat Daya, Andrew Warmasen menegaskan munculnya kembali para pelaku penjual judi togel ini patut di pertanyakan kinerja APH.
"Nah yang menjadi pertanyaan, kemana mata dan telinga Aparat Penegak Hukum (APH) di Kota Sorong ini, " kata Andrew Warmasen, Senin 6 September 2025.
Menurutnya di Kota Sorong yang merupakan ibu kota Provinsi Papua Barat Daya sudah ada Polda Papua Barat Daya yang terdiri Polresta Sorong Kota dan Polres Sorong.
Tokoh Masyarakat ini berharap Kapolda bisa melihat perdearan judi Togel ini dengan arif dan bijaksana untuk dilakukan penindakan.
Judi Togel ini, Kata Andre Warmasem judi ini sudah mempengaruhi banyak elemen masyarakat, bahkan diduga orang - orang yang tadinya baik.
“ karena mungkin menganggur berharap mata pencaharian dari Togel. Namun apapun itu, perbuatan yang salah tidak bisa kita benarkan, " kata Andrew Warmasen.
Peredaran judi Togel di Kota Sorong ini sudah sangat marak, bahkan pasar remu yang menjadi tempat jualan kebutuhan masyarakat pun turut pula ada lapak penjualan judi togel.
"Di pasar remu ini penjualan judi togel maraknya minta ampun, " kata Andrew Warmasen.
Dengan maraknya peredaran judi togel di Kota Sorong ada unsur pembiaran, Andrew Warmasen katakan dari monitoring yang dilakukan peredaran judi togel di Kota Sorong sudah bertahun - tahun namun tak kunjung ada penindakan.
"Saya monitor pejalanan togel di Kota Sorong sudah bertahun - tahun. Berarti diduga ada pembiaran. Saya tidak perlu bertanya itu, namun saya langsung saja, berarti ada pembiaran buat Bandar judi togel bisa bebas berjualan dengan menggerakkan anak buahnya di berbagai tempat, " kata Andrew Warmasen.
Ia mendugaan pembiaran berarti ada komunikasi antara bandar judi togel, sehingga APH tutup mata. “ Berarti tanda kutip ada apa di balik ini, Masa kami saja sebagai orang sipil bisa tahu di mana ada jual togel, buka di mana, tutup jam berapa begitu, " kata Andrew Warmasen.
Kapolda Papua Barat Daya seharusnya segera menangkap bandar Judi Togel. "Kalau penjual kecil inikan dia cari makan dan minum, namun yang kurang ajar ini bandarnya,” kata dia.
Menurutnya, apabila sudah ditangkap, namun dalam dua hari terduga bandar di pulangkan, Andrew Warmasen katakan bila itu terjadi, tentu menjadi pertanyaan ada apa, karena tentu harus dilakukan proses hukum.
"Kalau sudah di tangkap lantas dipulangkan, justru itu pintu masuk untuk dilakukan pengembangan bukan malah dipulangkan, " kata Andrew Warmasen. 
- Curi Handphone, OM Berhasil di Bekuk Polisi beserta Penadahnya Dan Barang Bukti
- Tegas Menolak Omnibus Law, Ratusan Mahasiswa Merauke Turun ke Jalan
- Kapolres Pastikan Isu Penembakan Ketua KPU Merauke Adalah Hoax